
Bandung, sekilasjabar.co – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung menggelar kegiatan Silaturahmi, Buka Bersama dan Sosialisasi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.
Kegiatan yang berlangsung di rumah makan Sederhana, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Senin (16/3/2026), dihadiri jajaran pengurus NPCI Kota Bandung.
Mereka di antaranya Ketua Umum NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, Sekretaris Umum, Djumono, Wakil Ketua, Dadan Nuryana, Sekretaris Umum, Binpres, Litbang hingga humas dan sekretariat.
Ketua Umum NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan langkah strategis setelah Kota Bandung ditunjuk sebagai tuan rumah Peparda VII Jabar 2026.
Sejumlah tahapan persiapan akan dilakukan setelah pembentukan panitia besar dan tim koordinasi pelaksana.
“Nanti setelah kita bentuk PB dan juga tim koordinasi lainnya, kita akan survei venue-venue yang akan dipakai,” katanya.
“Setelah itu kami juga akan melakukan audiensi dengan Bapak Wali Kota Bandung untuk membahas persiapan Peparda,” ucapnya.
Ia menyadari persiapan yang dimiliki kurang ideal, lantaran biasanya penunjukan tuan rumah dilakukan satu hingga dua tahun sebelum pelaksanaan.
“Kalau idealnya penunjukan tuan rumah itu satu sampai dua tahun sebelumnya. Kalau misalnya ditunjuk sejak pertengahan tahun lalu, mungkin sekarang kita sudah memiliki anggaran yang masuk ke anggaran murni untuk persiapan,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya menyambut baik keputusan pemerintah provinsi yang menunjuk Kota Bandung sebagai tuan rumah Peparda VII.
Menurutnya, Kota Bandung memiliki fasilitas olahraga yang relatif siap sehingga hanya memerlukan penyesuaian dan penyempurnaan.
“Kemungkinan pertimbangan pemerintah karena di Kota Bandung sebagian besar fasilitasnya sudah ada, tinggal dilakukan penyempurnaan saja,” ujarnya.
“Namun bagi kami ini tetap menjadi pekerjaan besar yang harus di persiapkan dengan serius,” tegasnya.
Antusias Wali Kota Bandung Menyukseskan Peparda VII
Wali Kota Bandung menurutnya, menyabut baik penyelenggaraan Peparda. Hal itu, menjadi motivasi bagi NPCI Kota Bandung untuk mempersiapkan penyelenggaraan secara maksimal.
“Ada satu hal yang membuat saya sangat semangat, yaitu semangat luar biasa dari Bapak Wali Kota Bandung ketika menerima SK penunjukan tuan rumah Peparda. Beliau sangat antusias untuk menyukseskan ajang ini,” ucapnya.
Pada Peparda VII, NPCI Kota Bandung selain fokus pada penyelenggaraan, juga mempersiapkan kekuatan kontingen atlet yang akan bertanding.
Menurutnya, jumlah atlet yang diproyeksikan memperkuat Kota Bandung meningkat di bandingkan Peparda sebelumnya.
“Pada Peparda sebelumnya kita menurunkan sekitar 210 atlet, sedangkan sekarang jumlahnya diperkirakan mencapai 250 atlet. Ini menunjukkan bahwa potensi atlet disabilitas di Kota Bandung terus berkembang,” jelasnya.
Target NPCI Kota Bandung
Terkait target, NPCI Kota Bandung menegaskan akan berusaha semaksimal mungkin dan mengacu pada capaian Peparda sebelumnya, yakni 117 medali.
Persaingan kemungkinan akan semakin ketat, terutama dengan Kabupaten Bogor yang pada Peparda sebelumnya meraih lebih dari 200 medali.
“Memang Bogor pada Peparda sebelumnya meraih sekitar 220 medali, itu tentu menjadi pekerjaan rumah bagi kita. Namun kami tetap optimistis dengan bertambahnya jumlah atlet, peluang meraih prestasi lebih baik tetap terbuka,” jelasnya.
NPCI Kota Bandung juga membuka peluang bagi atlet-atlet potensial dari daerah lain di Jawa Barat yang ingin bergabung. Kebijakan tersebut diperbolehkan selama masih dalam lingkup provinsi sesuai aturan yang berlaku.
Pada kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya dukungan publikasi dari media untuk menyosialisasikan persiapan Kota Bandung sebagai tuan rumah.
“Ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa Kota Bandung serius menyambut Peparda,” katanya.
Pihaknya juga menegaskan bahwa penyelenggaraan Peparda harus tetap memperhatikan standar fasilitas bagi atlet disabilitas.
“Venue pertandingan harus benar-benar aksesibel bagi atlet disabilitas. Itu menjadi syarat utama yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan Peparda,” ujarnya.
NPCI Kota Bandung tetap optimistis dapat memberikan hasil terbaik, meski menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi,
Dengan dukungan pemerintah, DPRD, dan berbagai pihak, pihaknya berharap Kota Bandung mampu menjadi tuan rumah yang sukses sekaligus meraih prestasi tertinggi.
“Walaupun kondisi anggaran sedang efisiensi, kami tetap optimistis. Dengan persiapan yang maksimal dan dukungan semua pihak, kami berharap Kota Bandung tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu meraih juara umum di Peparda 2026,” pungkasnya. (arf)



