Beranda Headline Kasus Lahan SMAK Dago, Hakim Sebut Jika Terdakwa Edward Soeryadjaya Sembuh, Sidang...

Kasus Lahan SMAK Dago, Hakim Sebut Jika Terdakwa Edward Soeryadjaya Sembuh, Sidang Bisa Dilanjutkan

51
0

Bandung, Sekilasjakantor-PN-Bandung-663x355bar.co – Sidang kasus pidana pemakaian akta notaris yg berisikan keterangan palsu yang lebih dikenal dengan kasus lahan SMAK Dago, untuk ke-11 kalinya digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (31/10/2017).

Untuk ke-11 kali sidang itu pula, dua terdakwa kasus ini yakni, Maria Goretti dan Edward Soeryadjaya tak juga hadir di persidangan.

Dalam persidangan kasus ini, ketua majelis hakim Toga Napitupulu, SH memutuskan, terdakwa Maria Goretti dan Edward Soeryadjaya tidak bisa dihadirkan di persidangan karena sakit.

Namun jika kedua terdakwa telah sembuh, persidangan bisa dilanjutkan kembali. Karena hal itu pula, majelis hakim memutuskan surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU) untuk kedua terdakwa tidak bisa diterima.

Sementara terdakwa lain kasus ini yakni Gustav Pattipeilohy yang selalu hadir di persidangan, nota keberatan atau eksepsinya ditolak oleh majelis hakim.

Dengan demikian, majelis hakim memutuskan sidang kasus ini dengan terdakwa Gustav dilanjutkan pada Selasa (7/11/2017) pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi.

Kasus ini bermula pada tahun 2011 ketika Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK) yang mengaku-ngaku sebagai kelanjutan atau penerus dari Perkumpulan Belanda Het Christelijk Lyceum (HCL) yg pada saat jaman penjajahan Belanda dahulu adalah pemilik lahan SMAK Dago, Jl.Ir.H.Juanda No.93 Bandung, menggugat pembatalan Sertifikat Tanah lahan SMAK Dago atas nama Yayasan BPSMKJB di Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dgn memakai alat bukti Akta Notaris Resnizar No.3/18 Nov 2005 yg berisikan keterangan palsu.

Setelah aset Belanda dinasionalisasi, termasuk lahan SMAK Dago, maka lahan tersebut menjadi milik negara.

Kuasa hukum Yayasan BPSMKJB, Benny Wullur mengatakan, Yayasan BPSMKJB yang telah menempati dan menyelenggarakan Pendidikan SMAK Dago di Jl .Ir. H. Juanda No.93 Bandung sejak 1952 sampai sekarang masih berlangsung, telah membeli lahan tersebut dari negara melalui prosedur yang resmi, tepat dan benar.

Terkait tak kunjung hadirnya kedua terdakwa di persidangan, menurut Benny, ia sempat meminta ada tim dokter independen yang memeriksa terdakwa  Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti.

“Masa ada terdakwa bisa sakit sama-sama, Edward Soeryadjaya dan Maria Goretti. Makanya kami minta ada tim dokter independen memeriksa mereka. Kok bisa sampai sebelas kali tidak hadir sidang?” ujar Benny.

Menurutnya, seharusnya setelah dua kali tidak datang, ada upaya penjemputan paksa terhadap kedua terdakwa. Benny merasa ada yang janggal dalam persidangan perkara tersebut, mengingat dokter independen yg ditunjuk untuk memeriksa Maria Goretti yaitu RS Hasan Sadikin, tidak dapat melakukan pemeriksaan, karena Maria sedang dirawat di RS Boromeus, dan pihak keluarga dan RS Boromeus keberatan diperiksa oleh RSHS sebagai tim medis independen yang ditunjuk JPU. Pada akhirnya pemeriksaan dilakukan oleh dokter umum dari RS Adiyaksa.

“Sementara pemeriksaan kesehatan Edward Soeyadjaya dilakukan oleh RS Tarakan sebagai tim medis yang di tunjuk, belum bisa memberikan kesimpulan tetapi menyarankan pemeriksaan lanjutan. Pertimbangan majelis mengacu kepada pendapat dan hasil pemeriksaan dokter yg merawat Edward, yakni dr. Rudi dari RS Medistra yang bukan termasuk tim medis independen yang ditunjuk,” pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.