
Bandung, sekilasjabar.co – Ketua terpilih Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri, memberikan tanggapan terkait surat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PERBASI.
Dalam surat tertanggal 10 April 2026 tersebut, berisi instruksi pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) ulang dan pembentukan caretaker.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (15/4/2026), Epriyanto menilai keputusan tersebut memicu berbagai tanggapan di kalangan pengurus maupun pelaku basket di Jawa Barat.
“Keputusan ini tentu memunculkan kebingungan di internal organisasi, karena sebelumnya proses Musda telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Epriyanto kepada puluhan awak media.
Musda PERBASI Jawa Barat sendiri telah dilaksanakan pada 14 Februari 2026. Dalam forum tersebut, seluruh tahapan persidangan telah dilalui.
Selain itu, telah menghasilkan kepengurusan baru yang kemudian langsung menjalankan fungsi organisasi secara aktif.
Epriyanto menegaskan, hasil Musda tersebut tidak hanya bersifat formal, tetapi juga telah diimplementasikan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.
“Kepengurusan hasil Musda sudah bekerja secara efektif dan menjalankan berbagai program organisasi,” katanya.
Setelah Musda, DPP PERBASI telah menerima berbagai dokumen resmi, termasuk rekomendasi dan administrasi yang ditandatangani oleh ketua terpilih.
“Berbagai dokumen resmi yang kami kirimkan telah diterima tanpa ada keberatan. Ini secara tidak langsung menunjukkan adanya pengakuan terhadap hasil Musda,” jelasnya.
Selain itu, kehadiran perwakilan DPP PERBASI dan KONI Jawa Barat dalam pelaksanaan Musda menjadi bukti bahwa proses berjalan sah dan terbuka.
“Kehadiran perwakilan DPP dan KONI Jabar saat Musda menjadi bukti bahwa proses tersebut berlangsung secara sah dan transparan,” ungkapnya.
Atas dasar tersebut, Epriyanto mengaku heran dengan terbitnya arahan terbaru dari DPP. Pihaknya telah melayangkan surat resmi penolakan terhadap rencana Musda ulang dan pembentukan caretaker.
“Sebagai ketua terpilih, saya sudah menyampaikan penolakan terhadap caretaker dan juga permintaan Musda ulang,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum apabila keberatan tersebut tidak direspons. Dalam waktu tujuh hari, ia berencana mengajukan gugatan ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia.
“Kalau penolakan ini tidak diterima, saya akan membawa persoalan ini ke arbitrase keolahragaan,” ujarnya.
Di tengah polemik tersebut, Epriyanto memastikan persiapan cabang olahraga bola basket untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tetap berjalan lancar.
Seluruh tahapan, termasuk verifikasi keabsahan atlet, telah rampung sehingga pelaksanaan pertandingan dipastikan tidak akan terdampak.
“Untuk Porprov, semua sudah selesai. Tinggal pelaksanaan saja, tidak ada yang terganggu,” pungkasnya. (Fifi Nofita)



