Beranda Pendidikan dan Inovasi USB YPKP Bersama KPID Jawa Barat Gelar Webinar Soal Penyalahgunaan Frekuensi Publik

USB YPKP Bersama KPID Jawa Barat Gelar Webinar Soal Penyalahgunaan Frekuensi Publik

75
0

Bandung, sekilasjabar.co – Penyalahgunaan frekuensi publik untuk kepentingan pribadi pada televisi swasta terus terjadi, berulang-ulang, dari jam ke jam, hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun.

Data lengkap penyalahgunaan frekuensi bisa dilihat pada catatan dan laporan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan KPID seluruh Indonesia.

Hal itulah yang mendorong Universitas Sangga Buana (USB) YPKP bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat menyelenggarakan Webinar Literasi Media dengan tema “Penyalahgunaan Frekuensi Publik untuk Kepentingan Pribadi”.

Acara webinar secara daring dan luring ini dilaksanakan di Kampus USB YPKP, Jalan PHH. Mustofa (Suci) No.68, Cikutra, Kec. Cibeunying Kidul, Kota Bandung, Selasa (21/9/2021).

Webinar ini menghadirkan tiga nara sumber kompeten yang berasal dari latar belakang keilmuan dan pengalaman berbeda, yakni Adi Permana, S.I.Kom., M.I.Kom, Drs. Haris Sumadiria, M.Si dan Roni Tabroni, S.SOS., M.Si.

Selain itu, dihadiri juga oleh Ketua KPID Jabar, Dr. Adiyana Slamet, Wakil Ketua KPID Jabar, Ahmad Abdul Basit, Bidang Kelembagaan, Saefurrahman Ahmad, Koorbid Kelembagaan, Roni Tabroni, Anggota Komisi I DPRD Jabar, Rafael Situmorang, SH, Kabid IKP Diskominfo Jabar, Faiz Rahman, S.STP.

Sementara dari pihak USB YPKP, ikut hadir Dekan Fakultas Sosial Dan Politik (FISIP), Drs. Tatang Sudrajat, S.IP, M.Si, Direktor Kerjasama, Nurhaeni Sikki, S.A.P.,M.A.P, Ka Prodi Ilkom, Pupi Indriati Zaelani, S.Sos., M.Si, beserta tamu undangan lainnya.

Dekan FISIP USB YPKP Drs. Tatang Sudrajat, S.IP., M.Si, mewakili Rektor USB YPKP, Dr. H. Asep Effendi R., SE., M.Si., PIA., CFrA., CRBC, dalam sambutan pembukanya mengatakan, publik harus mendapatkan konten dan hak informasi yang baik serta berkaitan dengan informasi publik.

“Webinar yang terlaksana atas kerja sama antara USB YPKP dengan KPID Jawa Barat ini, sudah dilaksanakan sebanyak 4 kali. Saya berharap acara ini bisa bermanfaat dan dapat membangun penyiaran yang kredibel, akuntabel dan memang betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia,” singkatnya.

Sementara itu, Ketua KPID Jawa Barat, Dr. Adiyana Slamet mengatakan sejak Maret, pihaknya telah mengirimkan 12 surat aduan ke KPI pusat untuk lembaga penyiaran yang menayangkan kepentingan pribadi.

“Standar program penyiaran televisi dan radio adalah tidak boleh menayangkan program yang bermuatan kepentingan pribadi, hal itu menyalahi Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS),” ungkapnya.

Adiyana menambahkan, adanya KPI di daerah adalah satu semangat untuk mendorong demokrasi media di Indonesia, agar tetap tegak lurus. Untuk itu, masyarakat diminta aktif melaporkan jika melihat tayangan yang tidak pantas di televisi.

Dijelaskannya, setiap aduan yang masuk ke KPID akan diverifikasi. Setelah itu, aduan tentang pelanggaran tayangan akan diteruskan ke KPI pusat untuk ditindaklanjuti. Tetapi jika yang menayangkan adalah siaran lokal maka KPID Jawa Barat akan langsung menindaklanjutinya.

Sementara, acara secara resmi dibuka oleh Anggota Komisi I DPRD Kota Bandung, Rafael Situmorang, dengan diikuti ratusan peserta webinar. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.