Beranda Headline Terdakwa Edward Seky Soeryadjaya Cs Selalu Mangkir, Yayasan BPSMK-JB Ngadu ke KY

Terdakwa Edward Seky Soeryadjaya Cs Selalu Mangkir, Yayasan BPSMK-JB Ngadu ke KY

465
0

kantor-PN-Bandung-663x355Bandung, Sekilasjabar.co – Terkait proses sidang pidana perkara keterangan palsu akta notaris, Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK-JB) mengadu ke Komisi Yudisial (KY). Mereka mencium adanya kejanggalan dalam perkara yang menyeret pengurus Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK); terdakwa Edward Seky Soeryadjaya yang merupakan mantan bos Astra, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy.

Surat tersebut dilayangkan pihak Yayasan BPSMK-JB kepada KY pada 12 Oktober 2017. Dalam surat tersebut, pihak yayasan merinci perjalanan kasus termasuk proses pelaporan kepada Polda Jabar terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh PLK dalam menggugat Yayasan BPSMK-JB di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Menurut Yayasan BPSMK-JB, PLK menggunakan alat bukti Akta Notaris Resnizar Anasrul, SH, MH No. 3 tanggal 18 November 2005 yang diduga berisi keterangan palsu sehingga akhirnya seluruh Pengurus PLK ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar.

Setelah perkara masuk ke ranah pengadilan, ada tiga nama yang diseret sebagai terdakwa, yaitu Edward Seky Soeryadjaya, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy. Pihak yayasan meminta KY turut memantau atau mengawasi jalannya proses persidangan dengan nomor perkara : 811/PlD.B/2017/PN.Bdg.

Pihak Yayasan BPSMK-JB meminta KY memantau sidang tersebut, karena meski sidang sudah berlangsung selama delapan kali, dua terdakwa yaitu Edward dan Maria Goretti sama sekali tidak pernah hadir atau dapat dihadirkan di persidangan dengan alasan sakit.

Selah melayangkan surat, pihak Yayasan BPSMK-JB berharap KY bisa turun tangan dan memberikan perhatiannya agar proses persidangan bisa berjalan dengan bersih dan adil. Pasalnya dalam perkara perdata yang sudah berjalan, majelis hakim mengabulkan seluruhnya gugatan pihak PLK.

Oleh karena itu. pihak Yayasan BPSMK-JB menduga ada kejanggalan dari Majelis Hakim dalam memeriksa dan memutus perkara perdata tersebut.

Dimintai keterangan mengenai hal tersebut, Humas Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Wasdi Permana, mengatakan bahwa sidang perkara pidana SMAK Dago sudah bergulir. Ia membenarkan jika dalam sidang tersebut dua orang terdakwa yaitu, Edward dan Maria tidak bisa dihadirkan di persidangan karena sakit.

“Statusnya terdakwa satu (Maria) dan dua (Edward) sakit. Terdakwa tiga (Gustav) sudah sidang sampai mengajukan eksepsi tanggapan dari Penuntut Umum. Majelis hakim belum melakukan putusan sela karena melihat terlebih dahulu dari terdakwa satu dan dua yang sakit,” kata Wasdi di ruang kerjanya, Jln. L.L.REMartadinata, Selasa (17/10/2017).

Wasdi menambahkan, karena kondisi kedua terdakwa tidak bisa dihadirkan, hakim sudah memerintahkan kepada jaksa agar dibentuk tim khusus. Untuk terdakwa satu, karena dirawat di Rumah Sakit Borromeus Bandung, tim yang dibentuk berasal dari RS Hasan Sadikin Bandung. Namun pihak keluarga dan rumah sakit menolak diperiksa oleh tim dari luar karena etika medis.

“Sehingga dilaporkan ke majelis kemudian diperintahkan lagi untuk membuat tim medis dari pusat kesehatan Kejaksaan Agung. Selanjutnya, tim tersebut sudah membuat laporan secara tertulis dan dihadirkan keterangannya di persidangan. Inti dari hasilnya bahwa terdakwa satu tidak bisa dihadirkan di persidangan karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan,” terangnya.

Sementara untuk terdakwa dua, juga sudah dibentuk tim khusus dari Rumah Umum Tarakan Jakarta karena terdakwa dirawat di RS Medistra Jakarta. “Intinya sama sudah ada hasilnya, bahwa terdakwa dua juga tidak bisa dihadirkan di persidangan,” katanya.

Untuk sidang berikutnya, lanjut Wasdi, dengan tidak bisa dihadirkannya kedua terdakwa, hakim akan mendengarkan keputusan dari jaksa apakah kasus dua terdakwa yang sakit ini akan berlanjut atau tidak.

Padahal pada sidang-sidang sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) sudah pernah meminta pada majelis hakim agar menerbitkan surat penetapan upaya paksa untuk menghadirkan kedua terdakwa didampingi dokter. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.