Beranda Headline Satpol PP Kota Bandung Antisipasi “Gepeng” Jelang Ramadhan

Satpol PP Kota Bandung Antisipasi “Gepeng” Jelang Ramadhan

52
0

satpol-ppSekilasjabar.com   Gelandangan dan pengemis (Gepeng) biasanya semakin menjamur ketika datangnya bulan Ramadhan, menjadi perhatian khusus Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung dalam melakukan penertiban. Ada 9 titik yang menjadi target operasi penertiban terpadu Bandung juara 2016.

“Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PKMS) akan selalu kami pantau agar tidak menimbulkan masalah kedepannya,” kata Kepala Bidang Sumber Daya Aparatur (SDA) Satpol PP Kota Bandung, Krindra, di kantornya, Senin (23/05/2016).

Krindra mengatakan bahwa hal tersebut sudah menjadi agenda rutin terutama ketika menjelang ramadhan. Hal tersebut sudah menjadi resiko terutama bagi kota-kota besar, yang kebanyakan PKMS berasal dari luar Kota Bandung.

“Gepeng banyak yang berdatangan dari daerah sekitar Bandung bahkan sampai diluar Jawa Barat. Bandung dijadikan banyak tujuan gepeng karena memiliki banyak perempatan untuk mereka mengetem sehingga memancing iba dari kendaraan yang berhenti. Bahkan tidak jarang banyak gelandangan atau pengemis yang sengaja memperlihatkan seolah dirinya cacat dalam memudahkan aksinya,” paparnya.

Kurangnya Pemerataan pembangunan terutama ekonomi antara kota dan desa menyebabkan banyaknya warga desa berdatangan ke kota. Dengan semakin banyaknya masyarakat maka daya saing dalam memperoleh pekerjaan semakin ketat. Sehingga tidak jarang akhirnya banyak yang memilih sebagai pengemis atau gelandangan dalam memperoleh uang.

Murahnya akses transportasi dari luar Bandung dan sebaliknya menjadi salah satu faktor pendukung datangnya PKMS dari luar Bandung. “Dengan kereta cukup lima sampai sepuluh ribu sudah bisa pulang pergi,” ungkapnya.

Ditambahkan Krindra, pihaknya menemukan beberapa koordinator pengemis dan gelandangan dalam penelusuran pernyataan PKMS yang tertangkap. Koordinator tersebut mendapat hukuman yang cukup berat terutama ketika merekrut anak kecil sebagai lahan mencari uangnya. Menurutnya hal tersebut bisa dikenakan pasal memperkerjakan anak dibawah umur.

“Kami berharap kedepannya masyarakat dapat memperoleh pekerjaan yang lebih layak di daerahnya masing-masing. Selain itu pemerataan ekonomi baik di kota dan desa semakin terpelihara sehingga PKMS bisa semakin berkurang kedepannya. Faktor Ekonomi adalah faktor utama penyebab merebaknya PKMS di Bandung,” pungkasnya. (Yadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.