Beranda Headline Ridwan Kamil Harapkan PPDB Tahun 2016 Sempurna

Ridwan Kamil Harapkan PPDB Tahun 2016 Sempurna

53
0

PPDBSekilasjabar.com    Walikota Bandung, M. Ridwan Kamil menginstruksikan agar pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2016 harus sempurna. Hal tersebut diungkapkannya dalam acara Sosialisasi Peraturan Walikota tentang PPDB di Hotel Grand Royal Panghegar, Kamis (26/05/2016).

Menurut Ridwan, evaluasi terhadap penyelenggaraan PPDB tahun lalu adalah adanya kesalahan pada proses sosialisasi. “Induk dari permasalahan di dunia ini adalah miskomunikasi (kesalahan komunikasi). Salah mempersepsi dijadikan kesimpulan, kesimpulan di bawah emosi. Saya meminta kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung, tahun ini harus tahun sempurna,” tegasnya.

Pada proses sosialisasi tahun lalu, Disdik memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan terlalu general. Sementara itu, kondisi sosial yang dihadapi masyarakat, terutama siswa, berbeda-beda. Oleh karena itu, masyarakat dinilai kurang paham peraturan PPDB sesuai dengan permasalahan yang dihadapi sehingga banyak menimbulkan dinamika.

Mencegah hal tersebut kembali terulang, dirinya menekankan agar sosialisasi lebih komprehensif dan mendetil. “Sosialisasi lebih intensif. Ada sepuluh rute. Kalau dulu kan sosialisasi seolah-olah si masyarakat ini paham dengan generalisasi rute tadi. Sekarang 10 rute,” terangnya.

Rute yang dimaksud adalah klasifikasi jalur PPDB berdasarkan kriteria, diantaranya jalur afirmasi RMP, jalur prestasi, jalur akademik, jalur peserta didik dilindung undang-undang guru, peserta didik berkebutuhan khusus, dan sebagainya.

Disdik Kota Bandung telah menyiapkan berbagai instrumen sosialisasi, baik berupa brosur maupun poster. Ridwan telah menginstruksikan agar setiap jalur masuk dijelaskan dalam instrumen tersendiri sehingga lebih mudah dipahami masyarakat. “Setiap jalur ada posternya,” ucapnya.

Oleh karena itu, selain kepala sekolah dan wali kelas, sosialisasi Perwal PPDB ini juga turut dihadiri oleh aparatur kewilayahan, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Selain sosialisasi, Ridwan juga menyediakan hotline agar dapat dihubungi setiap saat untuk mengawal proses PPDB ini. “Tahun ini saya akan memberi perlindungan maksimal,” tegasnya.

Dirinya mengakui bahwa setiap tahun ada saja tindakan yang tidak sesuai dengan peraturan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Salah satunya adalah penyalahgunaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Tahun ini, Ridwan menambahkan instrumen persyaratan pembuatan SKTM di kelurahan berupa foto. “Harus ada lampiran foto di lembaran kedua,” jelasnya.

Foto tersebut, lanjutnya berupa foto bersama antara petugas pembuat SKTM, baik lurah maupun staf kelurahan yang bertugas, dengan orang tua atau pemohon SKTM di depan rumah pemohon SKTM. Dengan adanya foto tersebut menunjukkan adanya visitasi dan wawancara oleh kelurahan. Pembuat SKTM harus datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan kecuali dengan memberikan surat kuasa yang ditandatangani di atas materai. Hal ini dilakukan untuk menghindari tindak percaloan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, Ridwan juga menekankan agar proses PPDB dilakukan secara jujur. Ia memperingatkan kepala sekolah agar tidak “menjual” kursi kosong atau menyalahgunakan SKTM. “Jangan pernah ada Kepala Sekolah yang menyiasati anak-anak yang memakai SKTM yang bukan haknya. Jadilah sekolah yang bermartabat dan kepala sekolahnya juga bermartabat,” katanya.

Ridwan tidak memungkiri akan adanya tekanan-tekanan dari pihak tertentu. Oleh karena itu ia sudah siap dengan laporan-laporan pelanggaran ke nomor hotline yang disediakannya. Jika masyarakat ingin memberikan pengaduan terkait PPDB ke nomor hotline tersebut, masyarakat diharap mencantumkan tagar #PPDB sebelum menyampaikan laporannya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Bandung, Elih Sudiapermana, mengatakan proses sosialisasi dilakukan oleh wali kelas siswa di sekolah. Selain itu, aparatur kewilayahan juga berperan dalam menyampaikan penjelasan terkait PPDB kepada masyarakat. “PPDB ini memiliki irisan yang kuat antara tugas-tugas pemerintahan di kewilayahan dengan tugas-tugas kami dan teman-teman, para kepala sekolah lebih khususnya,” pungkasnya. (Yadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.