Beranda Headline Pemkot Bandung Ciptakan “Bandung Juara”

Pemkot Bandung Ciptakan “Bandung Juara”

93
0

SekilasJabar|Bandung – Pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial pada 16 September lalu resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2013-2018, menggantikan Dada Rosada dan Ayi Vivananda yang memimpin sebelumnya.

Pimpinan baru selalu membawa perubahan dan suasana baru. Begitu juga dengan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial yang membawa program-program baru untuk mewujudkan “Kota Bandung Juara”, juara di semua lini kehidupan warganya.

Di awal kepemimpinannya, pasangan Ridwan Kamil dan Oded M. Danial ingin menangani masalah-masalah krusial kota ini melalui jurus “reaksi cepat”. Memang, jurus ini hanya untuk mengatasi masalah dalam skala kecil dengan harapan tidak berkembang menjadi besar.

Dalam rangka melaksanakan visi dan misi Daerah sesuai dengan Perda no. 08 Tahun  tentang Rencana pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) tahun , Pemkot Bandung mempersiapkan langkah-langkah dan kegiatan strategis secara terencana, terpadu, terkoordinasi dan selaras dengan potensi sosial budaya, ekonomi, dan kearifan lokal melalui upaya menciptakan iklim Bandung Juara , dengan membuat program-program : 1. Kelompok kerja Kemacetan Bandung, 2. Kelompok kerja pedagang kaki lima, 3. Kelompok kerja sampah Bandung, 4. Kelompok kerja Bandung terpadu, 5. Kelompok kerja Bandung aman (masalah sosial), 6. Kelompok kerja banjir Bandung, 7. Kelompok kerja kota kreatif Bandung, 8. Kelompok kerja Bandung kota budaya, 9. Kelompok kerja Bnadung Smart city, 10. Kelompok kerja kolaborasi Bandung, 11. Kelompok kerja kampung juara, 12. Kelompok kerja revitalisasi bandung, 13. Kelompok kerja reformasi pendidikan, 14. Kelompok kerja pariwisaata bandung, 15. Kelompok kerja reformasi pasar bandung, 16. Kelompok kerja taman tematik, 17. Kelompok kerja bandung kota musik/film, 18. Kelompok kerja bandung kota desain, 19. Kelompok kerja index kebahagiaan (index of hapinnes) bandung, 20. Kelompok kerja public relation bandung, 21. Kelompok kerja reformasi dekranasda bandung, 22. Kelompok kerja reformasi pkk bandung, 23. Kelompok kerja kesehatan.

Penanganan “reaksi cepat” tersebut akan diikuti dengan penanganan jangka panjang yang ditargetkan selesai dalam tiga tahun mendatang.

Untuk mengoptimalkan jurus ini, semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) diharuskan mempunyai akun Twitter untuk menampung laporan masyarakat. Cara ini mampu memangkas birokrasi yang selama ini menjadi kendala bagi warga kota untuk melaporkan kondisi lingkungannya.

Akun Twitter yang dimiliki masing-masing SKPD, terhubung dengan akun Pemkot bandung. Sehingga setiap permasalahan dan laporan masyarakat bisa diketahui hingga diharapkan dapat segera direspons. Warga pun bisa berinteraksi langsung dengan Pemkot Bandung.

Jurus “reaksi cepat” yang dilakukan Pemkot Bandung ini di antaranya diterapkan untuk mengatasi masalah jalan rusak, banjir cileuncang, dan kebersihan. Untuk menangani masalah jalan rusak, Pemkot Bandung akan menurunkan Unit Reaksi Cepat (URC) tambal jalan. URC yang sedang dipersiapkan ini, nantinya akan diturunkan di lokasi-lokasi yang ada jalan bolongnya.

Sementara itu, untuk mencegah banjir cileuncang, Pemkot Bandung akan menurunkan 1.000 pasukan gorong-gorong yang bertugas membebaskan gorong-gorong dari sampah yang membuat mampet. Sebagai langkah awal, baru dilaunching 500 petugas yang langsung disebar ke seluruh kelurahan. Idealnya setiap kelurahan mempunyai 10 pasukan gorong-gorong yang bekerja secara mobile.

Warga yang menemukan gorong-gorong mampet, bisa melaporkan kepada kelurahan setempat atau Twitter DBMP Kota Bandung. Nantinya petugas gorong-gorong akan diturunkan di lokasi yang dilaporkan tersebut.

“Petugas gorong-gorong akan bekerja selama tujuh jam per hari. Mereka akan terus bekerja sampai tidak ada lagi gorong-gorong yang mampet,” ujar Wali Kota.

Tak cukup dengan petugas URC tambal jalan dan pasukan gorong-gorong, untuk merealisasikan program-program kerja andalannya, Wali Kota Ridwan Kamil pun membentuk relawan yang bertugas membantu aparat Pemkot Bandung menangani permasalahan kota, seperti kemacetan lalu lintas dan sampah.

Sementara itu, untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi trade mark Kota Bandung, jurus “reaksi cepat” yang dilakukan Pemkot Bandung berupa “Angkot Day”. Program ini selama satu hari menggratiskan warga kota untuk naik angkutan kota (angkot) secara gratis. Saat ini baru angkot jurusan Dago yang digratiskan, namun secara bertahap akan ditambah.

Rencananya, 1.500 relawan akan dilibatkan dengan prioritas anggota Pramuka, sesuai kesepakatan dengan Ketua Kwarda Pramuka Jabar, Dede Yusuf. Para relawan akan dibagi dalam beberapa kelompok bidang garapan, relawan disiplin, relawan kebersihan, dan relawan Jumat Bersepeda. (SJ-01)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.