Beranda Ekonomi dan Bisnis Pemerintah Larang Haji dan Umrah Sistem MLM

Pemerintah Larang Haji dan Umrah Sistem MLM

73
0

SekilasJabar.com – Kementerian Agama secara resmi telah mengeluarkan larangan praktik penyelenggaraan Haji Plus dan Umrah melalui sistem pemasaran berjenjang atau Multi Level Marketing (MLM), karena banyak laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan.

Kasubdit Penyelenggaraan Haji Khusus Kemenag,  Khairozi mengatakan, larangan dari Kemenag RI tercantum dalam surat keputusan No. Dj.VII/HJ.09/10839/2012 tertanggal 26 Desember 2012 lalu.

“Larangan itu diterbitkan setelah pemerintah banyak mendapat laporan pengaduan dari masyarakat terkait praktik penyelenggaraan Haji Plus dan Umrah secara MLM,” ujarnya kepada wartawan di Bandung, Selasa (15/1).

Surat Kemenag itu ditandatangani Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag. Kemenag akhirnya mengambil keputusan tegas itu, guna menghindari semakin banyaknya masyarakat yang dirugikan.

Menurut Khairozi, pelarangan umrah dan haji dengan sistem MLM itu juga karenai perusahaan MLM umrah dan haji belum memiliki Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL) dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.

“Setiap perusahaan yang mengadakan usaha penjualan langsung atau MLM harus mengantongi SIUPL. Semua penyelenggara Haji Plus dan Umrah dengan sistem MLM belum memiliki SIUPL. Akhirnya kita larang sebab korban juga sudah banyak,” tegasnya.

Selain itu, Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI pusat telah mencabut sertifikat syariah kepada sebuah perusahaan MLM haji dan umrah yakni PT AP. Sebelumnya perusahaan itu telah mengantongi surat rekomendasi DSN MUI sejak 13 Agustus 2012, tapi akhirnya MUI mencabut surat rekomendasi itu.

“Jadi, kalau ada MLM Haji Plus dan Umrah yang masih beroperasi adalah tidak mengantongi izin sama sekali. Atas dasar itu, Kemenag mengimbau kepada kaum Muslimin untuk tidak menggunakan umrah dan haji melalui sistem MLM,” himbaunya.(SJ-02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.