Beranda Olahraga Panitia Pusat Porprov XIV Jabar 2022 Gerak Cepat Atasi Masalah yang Muncul

Panitia Pusat Porprov XIV Jabar 2022 Gerak Cepat Atasi Masalah yang Muncul

674
0
Ketua Panitia Pusat Porprov, Budiana, saat memberikan pemaparan di acara chef de mission (CdM) meeting

Bandung, sekilasjabar.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat melalui Panitia Pusat Porprov Jabar menggelar Chef de Mission (CdM) Meeting Porprov XIV Jawa Barat 2022 yang dihadiri perwakilan Kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah dan para perwakilan cabang olah raga.

Ketua Panitia Pusat Porprov XIV Jabar, Budiana, mengatakan bahwa kalau cabor cenderung tidak muncul di CdM Meeting pertama karena beberapa waktu lalu melalui Technical Delegate tiap cabor sering berkomunikasi dan bahkan diundang resmi oleh pihaknya, khususnya bidang pertandingan PP Porprov, sehingga dengan demikian lambat laun persoalan yang dicatat teman TD dilaporkan ke PP, dan oleh PP diteruskan diakselerasikan dengan panitia daerah yang venuenya ketempatan cabor-cabor tersebut.

“Sehingga ketika CdM pertama ini persoalan itu pelan-pelan sudah terselesaikan, yang muncul di CdM Meeting pertama ini yaitu beberapa hal alhamdulillah tidak terlalu banyak. Sekalipun tidak terlalu banyak Pak Ketum, saya sendiri dan teman-teman kepanitian pusat tetap menyelesaikan hal-hal tersebut terkait respon dikepanitiaan daerah, kepada panitia pusat, KONI Jabar, dan Pengprov Cabor,” katanya.

Budiana menambahkan, kebetulan juga pada saat CdM Meeting, Pak Ketum didampingi dirinya beserta dua pimpinan Pemprov cabor telah berhasil mengakselerasikan tuntutan dari panitia daerah terhadap Pemprov cabor dan terhadap panitia pusat dengan baik dan alhamdulillah itu juga bisa terselesaikan.

“Tuan rumah baru hanya miskomunikasi saja, sesungguhnya sudah dilaporkan kami Ketua Umum KONI Jabar ke Pak Gubernur dan sudah ada respon sudah kami sampaikan kepada panitia daerah utamanya karena Bekasi itu termasuk sub panitia daerah, dalam pertemuan ini KONI Kota Bandung sudah dapat memahami setelah dijelaskan oleh Ketum,” katanya.

Baru dilaporkan di CdM Meeting pertama, lanjutnya, Pak ketum sudah menginstruksikan untuk merencanakan jalan keluar dari persoalan tersebut.

“Secepatnya kita akan selesaikan permasalahan yang muncul di cabor renang dan cabor lainnya. Sepak bola sudah diselesaikan, Kadispora Ciamis sudah memahaminya karena itu kan keputusan sudah lama ditetapkan oleh Asprov Jabar terkait PPKM sehingga tidak ada BK menjadi langsung bertemu di babak penyisihan,” katanya.

CdM Meeting kedua September bahasan perkembangan hasil CdM Meeting pertama, putusan di CdM Meeting pertama kesepakatan bersama dari perkembangan pertama kalau mengacu ke CdM Meeting pertama ini dalam kesempatan ini untuk nanti di CdM Meeting kedua.

“Mudah-mudahan persoalan-persoalan, biasanya di CdM meeting pertama ada masukan atau pembahasan, di CdM meeting selanjutnya terselesaikan biasanya seperti itu, karena tugas panitia pusat dan daerah harus menerima masukan di CdM meeting ini dan harus menyelesaikannya,” katanya.

Ketika disinggung terkait bantuan provinsi mengenai honorarium, Budiana menegaskan, sudah mengingatkan hal ini kepada panitia daerah Porprov 14 ini kebersamaan harus disukseskan bersama-sama oleh seluruh stakeholder yang terkait dengan hal ini.

“Gubernur memiliki urgensi terhadap hal ini melalui Dispora KONI Jabar demikian sebagai mitra provinsi, turunan di kabupaten/kota demikian kita sama-sama selesaikan. Kalau ada keterbatasan terutama sisi anggaran saya kira tidak hanya kita yang menjadi penyelenggara seluruh segenap masyarakat Jabar memahami hal itu. Karena anggarannya yang diserap berdasarkan ketetapan APBD tahun lalu, Pak Gubernur dan DPRD harus melakukan revisi anggaran. Kami yakin masyarakat memaklumi fenomena itu, honor untuk Panpel dan bahwa ada kepala daerah dengan kebaikan hatinya dapat membantu panitia daerahnya kita semua sangat bergembira artinya ada kesungguhan semakin baik di daerah masing masing,” tambahnya.

Budiana pun menegaskan tidak ada perubahan untuk jadwal pelaksanaan. Contoh voli kenapa majukan oleh TD, tentu ada alasan yang sangat kuat ada event lain voli, divisi utama, liga dan ada multievent internasional yang dihadapi atletnya sayang kalau tidak main di Porprov.

“Untuk mutasi sudah terselesaikan oleh tim keabsahan, mungkin ada satu dua saya kira wajar, saya kira masih ada landasan akhir institusi penyelesaian konflik keolahragaan di setiap multievent seperti ini yang kebetulan tadi sudah diambil sumpahnya oleh Ketua Umum KONI Jabar, yakni dewan hakim. Melalui dewan hakim persoalan bisa dirampungkan di situ dan itu adalah edium terakhir, nggak usahlah sampai ke BAORI karena kita juga dikejar waktu. 80-90 persen beres ada sisa sedikit.
Opening closing tetap tanggal 5, di Kabupaten Ciamis, serta 1.000 nomor pertandingan yang sudah ditetapkan,” pungkas Budiana. (didit)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here