Beranda Bandung Raya Masih Ada Warga di Kecamatan Cimahi Utara Yang Mengucilkan Keluarga Pasien Covid-19

Masih Ada Warga di Kecamatan Cimahi Utara Yang Mengucilkan Keluarga Pasien Covid-19

38
0

Cimahi, sekilasjabar.co – Cerita sedih diungkapkan oleh seorang Pria berinisial JN salah satu warga Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Pria paruh baya ini menceritakan salah satu keluarganya yang merupakan pasien positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pada minggu (18/10/2020) lewat phone, JN menceritakan, bahwa salah satu keluarganya yakni mertuanya adalah salah satu pasien positif Covid-19.

Pada tanggal Tgl 2/10/2020 melalui surat yang dikeluarkan oleh Puskesmas Cimahi Utara mertua JN dinyatakan positif Covid-19, setelah itu pada tanggal 13/10/2020 melalui surat hasil swab test oleh Rumah Sakit Hermina Bandung, mertua JN dinyatakan Negative Covid-19.

Yang cukup miris, JN mengisahkan bahwa pertama meyebarnya informasi mertuanya dinyatakan fositif dan selama masa isolasi keluarganya tertekan bahkan sampai pada menangis dengan banyaknya informasi digrup-group WhatsApp (WA) dan sikap warga dalam menerima informasi serta menyikapi kejadian ini terlalu berlebihan, jangankan untuk membantu dan mensuport, tapi yang dirasakan keluarga stigma negatif hingga diskriminatif bahkan hilang rasa kemanusiaan.

“Intinya, kalau pa kyai ga apa apa, beliau legowo, tapi yang harus jadi contoh lihat kasus di Cipageran bagaimana warga terhadap orang yang terpapar sebagai bahan Edukasi kedepannya,” jelas JN.

Lanjut JN, kalau mertuanya tidak merasa dikucilkan karna beliau seorang Kyai, tapi keluarga yang tertekan, menyebarnya begitu masif seolah ini sebuah aib, sikap dari lingkungan juga tidak mensuport atau mendukung khususnya ke keluarga yang sedang di isolasi mandiri.

JN berharap aparatur yang berwenang memberikan Edukasi sampai ke masyarakat bawah khususnya warga yang ada di sekitar yang terpapar Covid-19, komunikasi dukungan dan suport nya sama keluarganya.

“Waspada mengikuti protokol kesehatan harus, tapi jangan sampai rasa kemanusiaan dan komunikasi itu hilang gara-gara Covid ini,” pungkas JN. (dedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.