Beranda Headline Kota Bandung Siapkan Titik-Titik Venue Pertandingan PON XIX

Kota Bandung Siapkan Titik-Titik Venue Pertandingan PON XIX

57
0

160721_Bandung+Menjawab+Sekcam+Gedebage+&+Sekdispora-KONI+(47)_resizeSekilasjabar.com  Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Jawa Barat tinggal menghitung hari. Kota Bandung sebagai salah satu tuan rumah yang memiliki jumlah venue pertandingan terbanyak semakin menggenjot persiapan untuk menyambut para delegasi atlet dari seluruh Indonesia. Sebanyak 27 cabang olahraga di 14 tempat akan dipertandingkan di Kota Bandung.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga, Dedi Sopian, optimis persiapan sarana dan prasarana PON XIX akan selesai tepat waktu. “Jangan khawatir, kita sudah siapkan, semuanya on schedule,” ujar Dedi dalam Bandung Menjawab di Ruang Media Balai Kota Bandung, Kamis (21/07/2016).

Dirinya menyebutkan titik-titik venue pertandingan PON XIX Jawa Barat di Kota Bandung yang tengah dipersiapkan, diantaranya Komplek Universitas Pendidikan Indonesia, Komplek Militer Kodam, hotel-hotel, Sabuga, dan fasilitas milik Pemerintah Kota Bandung, seperti GOR Padjadjaran, Taman Maluku, Stadion Persib, dan Stadion GBLA.

Sementara itu Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Dasep Ruswana, yang sekaligus sebagai Koordinator Venue Sub-PB PON XIX Kota Bandung. Ia menjabarkan bahwa pada prinsipnya seluruh arena dan lapangan pertandingan sudah siap digunakan. Hanya saja, masih perlu penyempurnaan pada fasilitas penunjang. “Cabang lain prinsipnya mereka tempat pertandingan sudah siap. Tinggal sarana-sarana pendukung,” katanya.

Sarana pendukung yang dimaksud antara lain sarana kesehatan, ruang tunggu, ruang dopping, dan ruang ganti. Demikian pula dengan Stadion GBLA yang menjadi ikon Pembukaan PON XIX Jawa Barat. Fasilitas-fasilitas penunjang, seperti kamar mandi, saluran air, listrik dan parkir sedang dalam pengerjaan. Dasep menjelaskan, kondisi gedung yang lama dibiarkan akibat status quo yang sempat dijatuhkan pada GBLA menyebabkan beberapa fasilitas menjadi rusak dan tidak terawat. “Pipa-pipa air, contohnya, itu menjadi korosi karena lama tidak dipakai. Beberapa blok kamar mandi tidak mengalir airnya. Lampu-lampu juga banyak yang mati. Dan biaya perbaikan GBLA mencapai Rp. 4,6 Milyar,” jelasnya.

Selain GBLA, lanjutnya ada pula venue pertandingan yang saat ini akan dimulai perbaikan, yakni cabang olahraga tenis lapangan di Taman Maluku dan kriket di Stadion Siliwangi. Dasep menjelaskan, proses perbaikan akan memakan waktu maksimal 40 hari. Pihaknya tidak khawatir pengerjaannya akan terlambat. Ia sudah menghimbau agar perwakilan tiap-tiap Panitia Pelaksana Cabang Olahraga mengawasi pengerjaan venue. “Untuk mengawasi itu dari pihak panpel cabor yang bersangkutan dan dari pihak kita juga itu nongkrong setiap hari. Agar speknya tidak meleset. Hal ini untuk mengantisipasi agar selama perbaikan tidak terjadi kesalahan yang dapat menghambat waktu pengerjaan. Kami himbau kepada mereka agar terus mendampingi,” paparnya.

Menurutnya, masalah yang sebagian besar muncul pada saat perbaikan venue pertandingan adalah terlambatnya pengiriman barang yang didatangkan dari luar negeri. Hal ini salah satunya terjadi pada cabang olahraga squash. (Yadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.