Beranda Olahraga Kolaborasi Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas

Kolaborasi Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas

553
0
Kolaborasi Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas. (NPCI Kota Bandung)
Kolaborasi Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas. (NPCI Kota Bandung)

Bandung, sekilasjabar.co – Bandung Sentra Wyata Guna memberikan dukungan kepada National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung berupa fasilitas penginapan bagi atlet yang akan berlaga di Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026.

Dukungan tersebut disampaikan Kepala Sentra Wyata Guna Bandung, Feri Afrianto, dalam acara “Kolaborasi dan Dukungan Sentra Wyata Guna Bandung, Kemensos RI untuk NPCI Kota Bandung Menjadi Tuan Rumah Peparda VII Jabar 2026” di Kantor Sentra Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).

Feri menjelaskan, kerja sama ini bermula ketika Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, datang langsung untuk menawarkan kolaborasi dalam pembinaan atlet penyandang disabilitas.

Menurut Feri, gagasan tersebut sejalan dengan tugas dan fungsi Kementerian Sosial dalam pemberdayaan penyandang disabilitas.

“Saya pertama didatangi oleh Pak Ketua (NPCI Kota Bandung). Waktu itu Pak Ketua menyampaikan ingin berkolaborasi dengan Sentra Wyata Guna, khususnya di dalam pembinaan atlet, khusus atlet disabilitas,” katanya.

“Jadi kami, Kementerian Sosial, memang salah satunya punya fungsi pemberdayaan. Nah, jadi pemberdayaan disabilitas adalah salah satu fungsi kami,” ujarnya.

Kolaborasi antara Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung ini merupakan langkah yang sangat baik untuk membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas dalam mengembangkan potensinya.

Selain memiliki profesi sebagai terapis, para penyandang disabilitas juga memiliki kesempatan untuk berprestasi sebagai atlet. Karena itu, Sentra Wyata Guna memberikan dukungan dan menjalin kolaborasi dengan NPCI Kota Bandung dalam pembinaan atlet disabilitas.

Feri yang baru enam bulan menjabat sebagai Kepala Sentra Wyata Guna Bandung mengatakan, kolaborasi ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas.

Menurutnya, pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, perhatian terhadap penyandang disabilitas mendapat apresiasi khusus.

“Jadi untuk teman-teman para penyandang disabilitas, para pengurus NPCI, dengan kolaborasi ini harapan kita teman-teman semakin termotivasi. Bahwa pemerintah itu hadir buat teman-teman, pemerintah itu men-support teman-teman, bahkan sampai menjadi sang juara,” ujarnya.

“Suatu saat nanti kami pasti akan berkunjung melihat teman-teman latihan, ya. Karena memang saya sendiri belum melihat semua cabang olahraga yang yang ditandingkan disabilitas,” ungkap Feri.

Feri mengaku telah bertemu dengan sejumlah penyandang disabilitas dan melihat semangat serta motivasi yang tinggi dalam diri mereka.

Menurutnya, keterbatasan yang dimiliki bukan menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Artinya walaupun mereka punya kekurangan dan keterbatasan tapi mereka punya semangat, itu yang kita perlu. Ya, kadang kami melihat ada yang teman-teman yang tiba-tiba tadinya tidak netra, tiba-tiba jadi netra, itu putus asa,” katanya.

“Tadinya dia tidak cacat, mengalami kecelakaan, dia cacat. Seolah-olah masa depannya itu hancur. Tapi dengan adanya cabang olahraga, adanya olahraga, adanya kegiatan-kegiatan seperti ini, ini membuka kembali masa depan mereka. Seperti itu,” ungkap Feri.

Meski baru pertama kali bertemu dengan Ketua NPCI Kota Bandung, Feri berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat untuk mendukung pembinaan atlet penyandang disabilitas di Kota Bandung.

“Saya masih perlu banyak belajar. Saya baru mendengar Pak Yadi tuh dulu alumni Wyata Guna di masa lalu, ya. Sedangkan saya ini masih junior,” ungkapnya.

“Jadi saya masih perlu banyak belajar, membuka diri, dan banyak berkomunikasi, mungkin nanti pikiran saya terbuka, apa lagi yang bisa kita lakukan,” ujarnya.

Baca Juga: Perjalanan Yadi Sofian dari Papan Catur ke Meja Organisasi

Sementara itu, Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengapresiasi Sentra Wyata Guna di bawah kepemimpinan Feri Afrianto yang dapat menjalin kolaborasi dengan NPCI Kota Bandung untuk mendukung pelaksanaan Peparda VII Jabar 2026.

Menurutnya, keberadaan fasilitas penginapan di Sentra Wyata Guna sangat membantu para atlet karena lokasinya yang dekat dengan tempat latihan.

“Dengan adanya tempat di sini, mereka (atlet) menjadi dekat. Tinggal nyebrang saja dari tempat latihan. Jadi ini kami sangat terbantu,” katanya.

“Ya mudah-mudahan dengan bantuan dari Wyata Guna ini, tentunya atlet-atlet semakin semangat dan NPCI Kota Bandung juga bisa menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak yang lain,” harapnya.

Yadi berharap nota kesepahaman (MoU) antara Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung tidak hanya berlangsung menjelang Peparda, tetapi dapat terus berlanjut dalam jangka panjang.

“Mungkin nanti kita akan jajaki, akan kita telusuri. Ya mudah-mudahan ini dapat terealisasi. Karena Dinas Sosial itu juga kan sama untuk membina atlet penyandang disabilitas agar bisa mandiri,” ungkap Yadi.

Kegiatan penandatanganan MoU antara Sentra Wyata Guna dan NPCI Kota Bandung ini dirancang oleh Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Djumono, dengan Suhendar bertindak sebagai pembawa acara. (arf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here