Beranda Pendidikan dan Inovasi Gotong Royong Disidik Jabar dan Sekolah Wujudkan Jabar Juara DAK fisik SMA

Gotong Royong Disidik Jabar dan Sekolah Wujudkan Jabar Juara DAK fisik SMA

135
0

Bandung, sekilasjabar.co – Capaian “Jabar Juara” Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang signifikan diharapkan berimplikasi terhadap penyediaan dan akses pendidikan, sehingga kualitas pendidikan dapat ditingkatkan.

Dalam kurun waktu 4 tahun dari tahun 2017, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat telah berhasil membangun 1.729 Ruang Kelas Baru (RKB) yang dapat menampung siswa atau pelajar di tingkat SMA sebanyak 62.244 siswa.

Pencapaian tersebut merupakan angin segar bagi Pendidikan Menengah di Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Menengah sebesar 2,5 persen. Artinya dari jumlah penduduk Jawa Barat usia 16-18 tahun sebanyak 2.515.100 jiwa ada penambahan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan formal di SMA sebanyak 62.244 siswa atau 2,5 persen sehingga meningkatkan daya tampung sekolah di Jawa Barat mencapai APK 81,74 persen.

Kadisdik Jabar, H. Dedi Supandi, S.STP, M.Si, mengatakan bahwa pencapaian keberhasilan Jabar Juara DAK fisik SMA, dikarenakan semangat gotong royong antara Dinas Pendidikan dan sekolah yang mempunyai tujuan bersama (sharedvision).

“Yaitu menyediakan akses pendidikan bagi warga Jawa Barat serta meningkatkan kualitas pendidikan menuju “Jabar Masagi” dengan membekali warga dengan nilai-nilai Surti, Harti, Bakti dan Bukti dengan mengacu kepada kearifan lokal dan budaya untuk mempersiapkan generasi muda mencapai cita-cita Jabar Juara Lahir dan Batin,” ujarnya.

Keberhasilan Jabar Juara DAK fisik SMA juga terwujud karena integritas pengelolaan DAK fisik SMA sebagaimana terlihat dari transparansi pengelolaan dana serta hasil pembangunan yang relatif lebih baik.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas (PSMA) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Ir. Yesa Sarwedi Hami Seno, M.Pd, menambahkan suksesnya pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah melalui DAK fisik SMA, merupakan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu untuk mendanai sarana dan prasarana sekolah yang merupakan urusan daerah dan menjadi prioritas Pemerintah Pusat. Dasar penentuan alokasi DAK fisik untuk tiap-tiap Provinsi di Indonesia adalah berbasiskinerja atau performance-basedfunding.

Ia memaparkan, dalam kurun waktu empat tahun, Disdik Jabar mendapatkan DAK fisik dari Pemerintah Pusat dengan total Rp. 1,2 triliun. Dana tersebut dialokasikan untuk mendanai sarana dan prasarana sekolah yang menjadi prioritas pemerintah pusat.

“DAK fisik sudah dialokasikan untuk penyediaan Prasarana Pendidikan SMA, Rehabiliasi Prasarana Pendidikan SMA, dan penyediaan sarana pendidikan SMA,” ungkap Yesa.

Beberapa capaian implikasi DAK fisik antara lain, dibuatnya 1.729 ruang kelas baru yang diharapkan dapat menambah daya tampung siswa sebanyak 62.244 jiwa dan rehabilitasi ruang kelas sebanyak 2.609 ruang.

Sehingga siswa dapat belajar lebih nyaman sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas belajar, pembangunan 377 laboratorium IPA yang dapat meningkatkan kualitas belajar siswa melalui pemanfaatan laboratorium IPA untuk kegiatan praktikum, pembangunan 106 laboratorium komputer untuk praktikum dan mengakses informasi pembelajaran, pembangunan 826 toilet baru untuk guru dan siswa dalam rangka peningkatan lingkungan sekolah yang nyaman , bersih dan sehat, merehabilitasi 57 ruang guru sehingga guru dapat bekerja secara nyaman dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pengajaran, menyediakan 334 alat teknologi informasi komunikasi, 101 paket alat laboratorium IPA, 342 paket alat pendidikan serta 137 paket alat kesenian tradisional.

Menurutnya, Jabar menjadi Provinsi yang paling tinggi besaran DAK fisiknya. Sebagai contoh, pada 2020 dari total DAK fisik nasional sebesar Rp. 2,7 triliun, sebesar Rp. 482 miliar atau sebesar 17 persen dialokasikan untuk Jawa Barat.

Menurut Yesa, prestasi tersebut merupakan hasil dari komitmen Dinas Pendidikan dan sekolah yang diwujudkan dalam koordinasi secara formal dan informal dengan seluruh elemen, yaitu Kepala Sekolah, Panitia Pembangunan Sekolah (P2S), dan Fasilitator Teknis Pembangunan.

“Harus kita pertahankan melalui kerja cerdas dan berintegritas. Dengan semangat gotong-royong dalam usaha kita bersama mewujudkan jabar juara,” pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.