Beranda Bandung Raya Diduga Langgar Izin Pemanfaatan Spot Lahan, PT. Sinerga Nusantara Indonesia Diberikan Sanksi...

Diduga Langgar Izin Pemanfaatan Spot Lahan, PT. Sinerga Nusantara Indonesia Diberikan Sanksi Penghentian Beroperasi

57
0
Diduga Langgar Izin Pemanfaatan Spot Lahan, PT. Sinerga Nusantara Indonesia Diberikan Sanksi Penghentian Beroperasi

Kabupaten Bandung Barat, sekilasjabar.co – Tim Satgas Harian Citarum Harum bersama Dirjen Kemenko Maritim serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT. Sinerga Nusantara Indonesia, sebuah perusahaan pemanfaat limbah B3 beralamat di Desa Galanggang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jumat, 14 Januari 2022.

Inspeksi ini dilakukan dalam rangka untuk memastikan pengolahan limbah B3 PT. Sinerga Nusantara Indonesia dan serangkaian inspeksi dimulai dengan meninjau lokasi, verifikasi kelengkapan dokumen serta izin-izin pengolahan limbah.

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Satgas Harian Citarum Harum, Mayjen (Purn) Dedi Kusnadi Thamim dan Kadis LH Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si, tim dari Dirjen Kemenko Marvest Shaleh, Dansektor 9 Ch Kol.A.Yani serta dari DLH KBB Jamil.

Prima Mayaningtyas menerangkan bahwa diduga kuat ada pelanggaran izin spot lahan oleh PT. Sinerga Nusantara Indonesia perusahaan pemanfaat limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Desa Galanggang Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat. Oleh karena itu dilakukan pemasangan garis line oleh Tim penegakan Hukum (Gakum) DLH Provinsi Jawa Barat.

Diduga Langgar Izin Pemanfaatan Spot Lahan, PT. Sinerga Nusantara Indonesia Diberikan Sanksi Penghentian Beroperasi2“Pemasangan garis pembatas ini menandakan delineasi lahan tersebut saat ini berada dalam pengawasan Tim Gakum DLH Provinsi Jawa Barat dan Satgas Citarum Harum,” ujar Prima Mayaningtyas.

Atas temuan dan bukti tersebut, kepala DLH Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Prima Mayaningtyas, M.Si dengan didampingi Ketua Satgas Harian Citarum Harum Mayjen (Purn) Dedi Khusnadi Thamim, Kementrian Kemenko Marves, Shaleh selaku Direktur Dikemenko Marves serta Dansektor 9 Ch Kol A. Yani, menerapkan sanksi penghentian sementara bagi PT. Sinerga yang berada di KBB.

“Pertimbangan dikeluarkan keputusan sanksi karena ada 15 item pelanggaran yang dilakukan PT. Sinerga, di antaranya kegiatan yang dilakukan banyak diluar dokumen dari perijinan lingkungan yang telah diberikan,” kata Prima Mayaningtyas.

Prima Mayaningtyas menerangkan bahwa kemudian selanjutnya beberapa ketentuan teknis yang diwajibkan karena dengan pengolahan lingkungan dan pemanfaat lingkungan belum semua dipenuhi, serta ada beberapa pelanggaran yang telah dilakukan pejabat pengawasan pendahulu yaitu telah menghilangkan barang bukti yang ada.

“Setelah kita mengadakan pengawasan kembali keputusan Gubernur terkait penghentian administrasi paksaan pemerintah akan kami berikan, namun ada beberapa item. Apabila PT. Sinerga bisa memenuhinya, maka akan kita lakukan evaluasi dan kita akan bisa cabut kembali sanksi tersebut agar mereka bisa melakukan kegiatan lagi. Didalam proses pemenuhan sanksi tersebut kami dibantu oleh Dansektor dan DLH KBB yang mengeluarkan ijin lingkungan atas kegiatan ini dan pastinya akan terus diawasi oleh DLH Provinsi Jawa Barat selaku Satgas program Citarum Harum ini,” tegas Prima Mayaningtyas. (dedi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.