Beranda Headline Bank bjb Tingkatkan CASA Hingga 55 Persen

Bank bjb Tingkatkan CASA Hingga 55 Persen

40
0

BANDUNG SJ.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (bank bjb) menargetkan komposisi dana pihak ketiga (DPK) antara deposito dan dana murah dapat berimbang. Bahkan, Bank bjb memiliki target dapat meningkatkan CASA hingga mencapai 55%, sebutnya.

Hal tersebut upaya Bank BJB untuk terus mendorong adanya keseimbangan antara deposito atau dana mahal dengan current account and savings account (CASA) atau dana murah.

“Upaya yang terus dilakukan hingga saat ini yakni meningkatkan kerjasama kelembagaan dengan sejumlah institusi seperti yang terbaru yaitu Taspen dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kantor Wilayah Jawa Barat,” kata Direktur Utama Bank Bjb Ahmad Irfan Selasa (13/10).

Dikatakan Irfan, tabungan menjadi prioritas karena menurutnya besarnya kepercayaan masyarakat terhadap suatu bank salah satunya dapat diukur melalui besarnya portofolio tabungan dan jumlah transaksi yang dilakukan.

Untuk itu, guna menarik minat nasabah supaya terus meningkatkan tabungan dan transaksi keuangannya di bank bjb, perseroannya menyiapkan program peningkatan loyalitas nasabah serta hadiah langsung, di samping secara internal perseroan terus meningkatkan layanan.

“Produk terus dikembangkan sehingga meningkatkan value yang dapat dirasakan oleh para nasabah. Dengan luasnya jaringan yang kami punya di hampir seluruh kota besar di Indonesia, masyarakat pun dapat menilai bahwa bank bjb semakin dapat diandalkan dan dipercaya,” tuturnya.

Sementara itu menyoal terkait fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, Ahmad Irfan menyampaikan perseroannya tidak terlalu terpengaruh karena eksposur kredit maupun komposisi DPK dalam bentuk valuta asing, khususnya dolar AS, jumlahnya sangat kecil.

Adapun terkait keputusan Bank Indonesia menjaga tingkat suku bunga acuan (BI Rate) di tengah adanya desakan untuk menurunkan BI Rate, bank bjb mempercayai kebijakan BI telah mempertimbangkan berbagai faktor dari sisi internal maupun eksternal.

“Tentunya kami berharap keputusan yang diambil dapat memberikan angin segar bagi kami sebagai pelaku industri perbankan. Saat ini kami pun sedang mengurangi deposito atau dana mahal secara bertahap dan meningkatkan CASA,” paparnya.

Adapun soal bisnis intermediasinya, Ahmad Irfan menyatakan perseroannya saat ini memiliki tingkat likuiditas yang cukup sehat, sebagai buah dari terjaganya keseimbangan antara penyaluran kredit dan penghimpunan (DPK).

“Di sisi penyaluran dana atau kredit, bank bjb gencar melakukan penetrasi melalui skema kerjasama linkage dengan BPR. Di sisi lain, kami terus meningkatkan DPK dengan mengutamakan dana-dana murah,” katanya.

Dia menyatakan bank bjb menargetkan pada tahun ini rasio tersebut dapat menyentuh 90%-92%, di mana per Agustus 2015 perseroannya mencatat tingkat loan to deposit ratio (LDR) bank bjb berada di level 73%. (Yd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.