Beranda Headline Bank bjb Berencana Memperluas Penyaluran CSR ke Propinsi Lain

Bank bjb Berencana Memperluas Penyaluran CSR ke Propinsi Lain

59
0

160302172144-bank-bjb-kembangkan-csr-ke-luar-jabar-dan-bantenSekilasjabar.com Sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat, Bank bjb berencana memperluas penyaluran dana corporate social responsibility (CSR) ke provinsi lain di luar Jawa Barat dan Banten.

Corporate Secretary bjb, Hakim Putratama mengatakan, korporasi sejak lima tahun terakhir sudah menggelontorkan dana cukup besar sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial pada masyarakat.

Menurutnya dana ini digelontorkan untuk empat fokus CSR yakni pendidikan, kesehatan, lingkungan dan bencana alam. Seperti halnya Dana CSR bjb pada 2014 lalu yang mencapai Rp 20 miliar. Bahkan pada 2015 lalu pun dana CSR lebih besar dari itu.

“Selama ini CSR banyak kita lakukan di wilayah Jabar dan Banten. Rencananya ke depan kita akan kembangkan CSR ini ke provinsi lain,” jelas Hakim kepada wartawan disela acara peresmian program CSR Jabar 2015 di gedung Sate, Rabu (2/3/2016).

Dikatakannya, selama ini program penyaluran csr sudah dilakukan dengan baik. Khususnya di Jawa Barat dan Banten. Sehingga korporasi tidak menutup kemungkinan menyalurkan di provinsi lain. Meski sejauh ini CSR di luar provinsi tersebut sudah dilakukan, menurutnya ada sejumlah program CSR unggulan bjb yang bisa diterapkan di luar.

“Tidak menutup kemungkinan tim akan memperluas program,” katanya.

Selama ini dana CSR yang disalurkan di wilayah Jabar dan Banten,  banyak diserap untuk program pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup. Dari mulai pembangunan ruang kelas baru, pendanaan rumah ibadah dan kebutuhan evakuasi bencana alam.

“Selama ini ada aksi-aksi yang biasa kita lakukan, misalnya ketika ada  pemberitaan sekolah atapnya rubuh di Selatan, itu sudah pasti kita turun tangan. Termasuk bencana alam,” ujarnya.

Bahkan khusus bencana alam, pihaknya lebih bersifat menunggu dan menganalisa kebutuhan korban-korban di lokasi bencana. Sehingga yang dilakukan bjb pun tidak bersifat latah dengan tidak langsung terjun ke lapangan saat bencana terjadi.

“Kita ingin bantuan dan dana CSR ini tepat sasaran. Jangan sampai salah sasaran dianggap orang jadi penyelewangan,” katanya.

Sejauh ini CSR untuk bencana baru masuk pada daerah-daerah yang dilanda banjir seperti di Kabupaten Bandung. Meski demikian  pihaknya tidak berharap ada bencana, namun tim selalu mencari informasi apa yang dibutuhkan masyarakat. “Kami tidak sembarangan memberi bantuan,” katanya.

Tidak hanya itu saja, lanjut Hakim, di sektor pendidikan dan lingkungan hidup pihaknya sudah mulai menginisiasi program sekolah hijau. Dimana sampah di sekolah diproses menjadi gas yang digunakan untuk bahan bakar di kantin. Program ini sudah berjalan di 20 sekolah.

“Itu kita lakukan di 20 sekolah, antara lain 10 di Bandung, dan 10 tersebar di sejumlah sekolah di kabupaten/kota,” paparnya.

Sementara untuk program CSR lingkungan hidup, meski anggarannya masih kecil, Bjb sudah mulai berkonsentrasi dalam upaya penyelamatan lingkungan. Tak melulu melakukan program penanaman pohon, Bjb juga sudah melakukan penanaman pohong mangrove di pesisir pantai selatan Jabar dan Kepulauan Seribu.

“Di Medan juga kami menggelar CSR untuk pasar, jadi diusahakan seluruh cabang melakukan program yang sama di setiap daerah,” katanya. (YD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.