Beranda Headline Bandung menuju kota cerdas

Bandung menuju kota cerdas

61
0

 ???????????????????????????????                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Bandung Sekilas Jabar,Walikota Bandung Ridwan Kamil bercita-cita mewujudkan Bandung sebagai contoh smart city (kota cerdas) di Indonesia. Impian ini ia sampaikan dalam acara Indosat ICT Conference 2.0 “Smart ICT for Your Business Success” di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (29/10).

Di dalam pikiran Walikota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, smart city adalah kota yang seluruh penduduknya bisa saling terhubung, sedangkan pemerintah memiliki kemampuan untuk membantu mengendalikan dan mengatur kehidupan warganya dengan bantuan teknologi.

Sejumlah langkah telah Emil lakukan untuk mewujudkan smart city di kota kembang ini. Antara lain dengan menyediakan titik-titik WiFi gratis di tempat publik di seluruh penjuru kota. Tujuannya memicu masyarakat agar mau meramaikan tempat publik, seperti taman kota dan tempat ibadah.

“Ada mahasiswa yang mention saya di Twitter, dia berterimakasih karena dengan bantuan free WiFi, dia bisa menyelesaikan skripsinya,” kata Emil. Ia menyadari, dengan makin banyaknya warga Bandung yang memiliki perangkat mobile, kebutuhan terhadap akses internet memang makin tinggi. “Di Bandung itu banyak ‘fakir kuota’,” candanya.

Emil juga telah memulai inisiatif open government. Misalnya sistem penilaian camat secara online yang dapat diisi sendiri oleh warga kota. Ada lagi sistem pelaporan masalah warga melalui SMS dan aplikasi mobile LAPOR!, yang difasilitasi oleh UKP4 (unit kerja di bawah Presiden RI). Lalu, ada sistem pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) online yang lebih transparan; siapa saja yang mengajukan, siapa saja penerimanya, dan untuk apa dana digunakan.

“Dengan bantuan ICT, roda pemerintahan lebih transparan. Saya juga memiliki alasan yang jelas untuk memberikan reward and punishment kepada pejabat pemerintah. Urusan warg???????????????????????????????a pun berubah, dari ribet menjadi mudah,” ujar Emil..

Sejak awal pemerintahannya, Emil juga meminta semua dinas dan kantor kecamatan/kelurahan di kota Bandung untuk memiliki akun Twitter. Mereka diwajibkan berinteraksi dengan warga untuk menangani keluhan atau melaporkan pekerjaan yang sedang/telah mereka lakukan.

Melalui kerja sama dengan Telkom, Bandung sudah memunyai pusat inkubasi bisnis startup, Bandung Digital Valley. Dalam waktu dekat, Emil pun menyatakan siap membangun kawasan bisnis berbasis teknologi dengan nama Bandung Teknopolis.

“Lokasinya di Gedebage, Bandung Timur. Saya sudah siapkan tanah 1.000 hektar untuk kawasan yang nanti akan diisi oleh bangunan kantor untuk orang-orang kreatif. Kantor ini bisa disewa gratis atau diberi subsidi oleh pebisnis startup. Kalau bisnisnya sudah take off, baru bayar sewa,” paparnya.

Bandung Teknopolis diharapkan bisa menjadi Silicon Valley ala Indonesia, mengikuti konsep “kota mandiri” Biopolis di Singapura dan Cyberjaya di Malaysia. “Saya ingin menunjukkan, kalau Bandung bisa membuatnya, kota lain di Indonesia juga pasti bisa,” pungkas Emil.(yd).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.