
Bandung, sekilasjabar.co – Akademi Persib Putri U-18 berhasil meraih gelar juara Hydroplus Soccer League 2025/2026 regional Bandung dan berhak melaju ke series nasional yang akan digelar di Kudus.
Tim besutan pelatih Dian Nadia ini, finish sebagai puncak klasemen dengan mengumpulkan 40 poin, sedangkan runner-up ditempati Putri Garut dengan mengoleksi 31 poin.
Pada pertandingan pekan terakhir di Lapangan Infini Soegiri Pusdikpom, Kota Cimahi, Sabtu (16/5/2026), Akademi Persib Putri unggul atas Goal Aksis 3-1.
Setelah pertandingan, pelatih Akademi Persib Putri U-18, Dian Nadia, bersyukur bisa menutup Hydroplus Soccer League regional Bandung dengan kemenangan, walaupun timya sebelumnya sudah dipastikan juara.
“Sangat membanggakan. Anak-anak tampil all out, meskipun tadi babak satu memang mereka masih eh belum adaptasi dengan pertandingan, masih nervous,” ungkapnya.
Baca Juga: Dekati Puncak, Akademi Persib Putri U-15 Fokus Sapu Bersih Laga Sisa Hydroplus Soccer League
“Biasa karena animo hari ini ya, karena closing jadi mereka atmosfernya berbeda di pertandingan babak pertama. Tapi pertandingan babak kedua mereka tampil pas dan all out,” tegasnya.
Setelah keluar sebagai juara regional, Akademi Persib Putri U-18 akan langsung fokus mempersiapkan diri untuk tampil di Hydroplus Soccer League Series Nasional.
“Persiapan untuk liga- Liga Nasional Kudus, mungkin nanti saya akan training center dulu. Persiapannya untuk bisa apa memantapkan tim dan bisa melengkapi kekurangan tim,” jelasnya.
Sementara itu, untuk kelompok umur U-15, Mojang Priangan berhasil keluar sebagai juara Hydroplus Soccer League regional Bandung dengan mengoleksi 46 poin.
Sedangkan runner-up ditempati oleh Goal Aksis dengan mengumpulkan poin yang sama, namun kalah produktivitas gol dari Mojang Priangan.
Dengan hasil tersebut, Mojang Priangan dan Goal Aksis berhak lolos ke Hydroplus Soccer League U-15 Series Nasional.

Memurut Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menuturkan kompetisi ini merupakan tahap lanjutan bagi para pesepak bola putri potensial mendapatkan pengalaman bertanding rutin guna mengasah kemampuan dan keterampilan mengolah si kulit bundar.
Kehadiran liga ini juga menjadi ruang kompetitif dan terstruktur bagi para pemain muda perempuan agar terus berkembang dalam meniti karier di dunia sepak bola profesional.
“Setelah mereka mulai mencintai sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge, di usia yang lebih tinggi kami menyelenggarakan Hydroplus Soccer League yang bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga,” ujarnya.
“Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” ucap Teddy.
Liga ini juga penting untuk para atlet karena dapat menjadi jembatan bagi pesepakbola putri sebelum mereka masuk ke level senior. Apalagi, menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 yang bergulir di Indonesia.
“Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elit yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional,” harapnya. (Fifi Nofita)



