Beranda Ekonomi dan Bisnis Aher Akui Pencapaian Bank BJB Tahun 2017 Baik

Aher Akui Pencapaian Bank BJB Tahun 2017 Baik

68
0

bjb7 1 (2)Jakarta, Sekilasjabar.co – Sebagai sebuah bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia, Bank BJB sudah saatnya bersaing dengan dunia perbankan nasional.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) saat membuka Business ReviewQuartal 2 2017 Bank Jawa Barat dan Banten (BJB) di Discovery Hotel andConvention Ancol, Jl. Lodan Timur No. 7, Jakarta Utara, Selasa (25/7/17).

“Ini semua tentu kerja keras seluruh jajaran Bank BJB, sehingga Alhamdulillah kita bersyukur kepada Allah, Bank BJB hadir sebagai bank daerah yang terbesar di Indonesia diantara provinsi-provinsi lain,” kata Aher.

Aher meminta BJB lebih berperan aktif dalam meningkatkan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Jawa Barat dan Banten khususnya. BJB harus menyentuh ekonomi masyarakat terkecil melalui pengucuran kredit mikro atau terhadap UMKM.

“Tentu persaingannya sudah selesai dengan bank daerah. Persaingannya sekarang dengan perbankan nasional. Itulah para pesaing kita untuk berkompetisi secara sehat tumbuh bersama-sama menjadi bagian dari kemajuan perekonomian bangsa ini,” lanjutnya.

Aher mengajak menelaah bersama peran BJB dalam kemajuan perekonominan nasional. Tidak hanya maju, tidak hanya tumbuh tapi juga bisa menghadirkan pemerataan. Oleh karena itu, perbankan harus punya peran dalam urusan pemerataan tadi selain pertumbuhan laba, yang dinikmati oleh Pemerintah Jawa Barat dan Banten dan seluruh stakeholder juga dinikmati seluruh keluarga besar Bank BJB, dan tentu saja seluruh masyarakat Jawa Barat dan Banten.

‚ÄúPeran BJB terhadap ekonomi kerakyatan harus dipertajam. Hal ini bisa dilakukan melalui pemahaman yang baik tentang ekonomi kerakyatan itu sendiri. Ekonomi kerakyatan bermakna bahwa seluruh kekayaan negara yang dimiliki kita nikmati bersama-sama. Baik lembaga yang mengolahnya itu ukurannya mikro, ukurannya kecil, rendah atau bahkan ukurannya besar dan sangat besar. Tapi keseluruhan pengolahan alam semesta, kekayaan alam sepenuhnya diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa kita,” terang Aher.

Aher menambahkan, bahwa implementasi lain ekonomi kerakyatan bisa dilakukan melalui koperasi. Agar dunia perbankan bisa dirasakan oleh semua kalangan baik pengusaha besar, menengah, maupun kecil, perbankan diharapan ikut berperan serta dalam mengembangkan koperasi. “Memajukan koperasi harus bagian dari misi perbankan. Koperasi tolong dicolek, tolong dilihat karena koperasi itu menjadi bagian dari cara kita meratakan pendapatan,” katanya.

Sementara itu Direktur Utama BJB, Ahmad Irfan mengatakan pencapaian kinerja Bank BJB pada Triwulan 2 Tahun 2017 cukup baik. Dirinya melaporkan bahwa total kredit BJB sebesar Rp. 67,895 Triliun atau tumbuh sebesar 12,91% yearonyear atau di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya tumbuh 8,7%. Pertumbuhan DPK sebesar Rp. 79 Triliun atau tumbuh sebesar 15,8% yearonyear atau diatas rata-rata industri sebesar 11,2%.

“Kami sampaikan juga pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada hari Jumat, (21/7/2017) lalu, harga saham BJBR mencapai Rp. 2 ribu per lembar saham dimana posisi saham BJBR pada Juni 2016 lalu berada di level Rp. 1.125 per lembar saham, meningkat sebesar 77,7 persen,” terang Irfan.

Irfan mengajak seluruh jajaran Bank BJB untuk fokus dan meningkatkan kinerja ditengah gempuran para pesaing yang semakin agresif meningkatkan bisnisnya. Tahun ini menjadi tahun penting bagi BJB untuk membuktikan bahwa cemerlangnya kinerja BJB akan berlangsung secara berkelanjutan dan berkesinambungan.

“Selain meningkatkan volume kredit agar margin perseroan terjaga, kami juga mengajak rekan-rekan untuk terus berkontribusi meningkatkan businessincome. Sudah saatnya kita memikirkan cara lain guna meningkatkan laba Bank BJB, yakni melalui optimalisasi berbagai channel yang kita miliki agar transaksi secara keseluruhan dapat kita tingkatkan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Perlu untuk diketahui, laba sebelum pajak per Juni 2017 mencapai 117,8% dari target dalam rencana bisnis bank atau mencapai Rp. 1,176 Triliun. Sementara NPL Juni 2017 juga berhasil ditekan hingga berada di level 1,57%, jauh lebih baik dibanding NPL industri yang saat ini tumbuh diangka 3,07%. Dan total aset (belum termasuk anak perusahaan) per Juni 2017 mencapai Rp. 101,8 Triliun atau tumbuh sebesar 12,09% yearonyear. (Yadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.