Beranda Olahraga Porprov XV Jabar 2026 Rampung, Muaythai Jabar Siapkan Atlet Menuju SEA Games

Porprov XV Jabar 2026 Rampung, Muaythai Jabar Siapkan Atlet Menuju SEA Games

38
0

Bekasi, sekilasjabar.co – Pelaksanaan cabang olahraga (cabor) muaythai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 resmi berakhir setelah seluruh pertandingan rampung digelar pada 2-7 November 2026.

Bertempat di GOR Voli Abdul Rosad Irwan, Kota Bekasi, kejuaraan tersebut berlangsung selama enam hari. Selain menghadirkan persaingan antardaerah, ajang ini juga menjadi kesempatan untuk menjaring atlet-atlet potensial yang diproyeksikan memperkuat Jawa Barat pada kompetisi mendatang.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Barat, Tine Yowargana, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian pertandingan. Ia mengatakan, agenda yang telah disusun panitia dapat terlaksana sesuai rencana hingga babak final.

“Alhamdulillah, dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, pertandingan semuanya berjalan lancar. Kami memulai pertandingan pada 2 November dan hari ini, 7 November, sudah memasuki partai final,” ujar Tine, Sabtu (7/11/2026).

Meski penyelenggaraan secara umum berjalan lancar, sejumlah atlet dilaporkan mengalami cedera selama pertandingan. Bahkan, satu atlet sempat mengalami kondisi serius hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Tine mengapresiasi kesigapan panitia dan tim medis yang langsung memberikan pertolongan serta penanganan lanjutan terhadap atlet yang mengalami cedera. Berkat penanganan tersebut, atlet yang sebelumnya menjalani perawatan intensif kini telah menunjukkan perkembangan positif dan dipindahkan ke ruang perawatan biasa.

“Memang dalam penyelenggaraannya ada beberapa atlet yang mengalami cedera dan langsung mendapatkan penanganan. Bahkan, ada satu atlet yang sempat koma dan masuk ICU,” ujarnya.

“Namun, panitia dan tim medis bergerak sangat cepat sehingga mendapatkan penanganan yang sangat baik. Hari ini kondisinya sudah keluar dari ICU dan pindah ke ruang perawatan biasa,” tuturnya.

Persaingan Medali Semakin Merata

Di luar hasil pertandingan, Tine menilai Porprov XV Jabar 2026 memiliki arti penting bagi perkembangan muaythai di Jawa Barat.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana mengevaluasi hasil pembinaan atlet yang selama ini berjalan di kabupaten dan kota.

Menurutnya kualitas atlet dari berbagai daerah semakin kompetitif. Hal tersebut tercermin dari persaingan perolehan medali yang berlangsung ketat dan tidak lagi didominasi oleh daerah tertentu.

Ia juga memberikan penghargaan atas kontribusi almarhum Ketua Umum Muaythai Jawa Barat sebelumnya, Rahyang Mandalajati Efi Silviadi Sangga Buana atau yang akrab disapa Abah Efi.

Menurutnya, program pembibitan yang telah dirintis almarhum memberikan fondasi bagi pemerataan kekuatan muaythai di Jawa Barat.

“Kami sangat bersyukur karena almarhum Abah Efi Silviadi sangat berkontribusi dalam pembibitan atlet. Kalau melihat hasil pertandingan sekarang, kekuatan daerah hampir sama. Tidak ada kota atau kabupaten yang terlalu menonjol dalam perolehan medali,” ungkapnya.

Pada klasemen akhir, Kota Bekasi berhasil menyabet gelar juara umum cabor muaythai. Kendati demikian, persaingan perebutan medali berlangsung cukup ketat, terutama dengan Kabupaten Subang yang mampu memberikan perlawanan kuat.

Perkembangan juga terlihat dari sejumlah daerah yang sebelumnya belum banyak meraih medali emas. Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur kini mampu menunjukkan peningkatan dengan membawa pulang medali emas.

“Bahkan, kabupaten-kabupaten yang sebelumnya belum mendapatkan kesempatan, seperti Kabupaten Garut, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Cianjur, kali ini bisa memperoleh emas,”

” Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena ini merupakan kelanjutan program pembibitan yang telah dirintis almarhum Abah Efi,” ungkap Tine.

Bidik Atlet untuk SEA Games dan Kualifikasi PON

Hasil Porprov XV Jabar 2026 selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi Muaythai Jawa Barat dalam menentukan atlet yang berpeluang masuk program pembinaan lanjutan.

Tine menyebut, sejumlah atlet yang tampil pada ajang tersebut memiliki potensi untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON).

Namun, sebelum memasuki tahapan kualifikasi PON, Muaythai Jawa Barat juga tengah mempersiapkan atlet untuk menghadapi SEA Games yang dijadwalkan berlangsung di Malaysia pada September mendatang.

Pihaknya kini berupaya mengusulkan beberapa atlet potensial, termasuk mereka yang sebelumnya telah memperlihatkan kemampuan dalam kejuaraan internasional.

“Pasti ada atlet yang muncul dari Porprov ini. Sebelum babak kualifikasi PON, kami akan bersiap untuk SEA Games pada September di Malaysia. Kami sedang mengusahakan beberapa atlet yang kemarin juga tampil di Kejuaraan Dunia,” jelasnya.

Tine berharap Jawa Barat dapat mengirimkan dua hingga empat atlet untuk memperkuat kontingen Indonesia pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Harapan itu sekaligus menjadi dorongan bagi pengurus dan pelatih untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar atlet Jawa Barat mampu bersaing di level internasional.

“Mudah-mudahan dari Jawa Barat bisa ada dua sampai tiga, atau bahkan empat orang untuk mewakili Indonesia di SEA Games,” harapnya.

Perkuat Pembinaan Sejak Usia Dini

Untuk menjaga kesinambungan prestasi, Muaythai Jawa Barat berkomitmen memperkuat sistem pembinaan dan pembibitan atlet secara berkelanjutan.

Program tersebut akan diselaraskan dengan kebijakan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), khususnya melalui pendekatan long-term athlete development dan pengembangan konsep *student athlete.

Kedua program tersebut diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun prestasi olahraga sejak usia dini.

Salah satu upaya yang disiapkan adalah memperluas penjaringan atlet melalui promosi dan edukasi ke sekolah-sekolah serta berbagai komunitas.

Selain itu, kejuaraan internal juga akan digelar sebagai wadah bagi atlet muda untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengasah kemampuan teknik dan mental.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan pembibitan, terutama untuk mendukung program KONI, yakni long-term athlete development dan student athlete. Kami akan menjaring atlet-atlet sejak usia dini melalui promosi dan edukasi ke sekolah-sekolah maupun komunitas,” pungkas Tine.

Selain pembinaan prestasi, aspek keselamatan atlet juga menjadi perhatian Muaythai Jawa Barat dalam penyelenggaraan kompetisi berikutnya.

Evaluasi terhadap kesiapan tenaga medis, sistem pengamanan, hingga prosedur penanganan cedera akan terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan kejuaraan sekaligus memastikan keselamatan seluruh atlet selama bertanding. (arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here