Beranda Pendidikan dan Inovasi USB YPKP Bandung Bersama LPK Nakayoshi Gakuin Center Fasilitasi Pekerja Sambil Kuliah...

USB YPKP Bandung Bersama LPK Nakayoshi Gakuin Center Fasilitasi Pekerja Sambil Kuliah di Jepang

43
0

Bandung, sekilasjabar.co – Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung kini akan memfasilitasi calon mahasiswa yang ingin kemudahan bekerja dan magang sekaligus kuliah di Jepang.

Pasalnya USB YPKP Bandung menggandeng LPK Nakayoshi Gakuin Center memfasilitasi bagi calon mahasiswa dan pekerja Indonesia yang ada di Jepang untuk bisa sambil kuliah di USB YPKP jenjang D3, S1 dan S2, dengan sistem pembelajaran online.

Selain untuk calon mahasiswa atau pekerja Indonesia di Jepang, melalui program kerja sama antara Universitas Sangga Buana (USB) YPKP dan LPK Nakayoshi Gakuin Center, juga memfasilitasi bagi alumni-alumni USB YPKP untuk bisa magang dan bekerja di industri di negara Jepang.

Hal tersebut disampaikan Rektor USB YPKP, Dr. H. Asep Effendi, SE., M.Si., PIA., CFrA., CRBC usai melakukan penandatanganan MoU dan MoA dengan CEO LPK Nakayoshi Gakuin Center, Dede Permana, ST, di Gedung Kampus USB YPKP, Bandung, Senin 11 Oktober 2021.

Penandatanganan juga dihadiri oleh para Wakil Rektor Rektor USB YPKP, Direktur Program Pascasarjana, para Dekan Fakultas, Direktur Vokasi dan Direktur Kerjasama, serta 4 orang dari tim LPK Nakayoshi Gaikin Center.

“Jadi kerja sama ini yang pertama program pembelajaran. Ada calon mahasiswa di Jepang yang ingin kuliah di Sangga Buana melalui program ini, akan difasilitasi. Jadi mereka pulang ke Indonesia, selain mendapatkan sertifikat kompetensi, mereka juga mendapatkan ijazah dari perguruan tinggi,” ujar Dr. H. Asep Effendi.

Yang kedua, lanjutnya, kerjasama ini dibangun untuk mengirimkan alumni-alumni Sangga Buana yang ingin bekerja di Jepang melalui fasilitas kerja sama ini.

Untuk program pembelajaran, lanjutnya, akan dikelola oleh masing-masing pimpinan fakultas dan direktur. Saat ini dengan sistem pembelajaran online, itu memungkinkan mendapatkan peluang melaksanakan kuliah online.

“Jadi tidak ada jarak, waktu dan sekat ruang yang bisa kita tembus dengan media (pembelajaran) online,” katanya.

Dijelaskan Rektor Dr. H. Asep Effendi, program kuliah ini tentunya berbeda dengan kelas karyawan yang saat ini sudah tersedia di USB YPKP.

“Ini namanya juga kelas kerja sama, pasti punya karakter yang berbeda. Artinya kelas ini kelas homogen, tdiak dicampur dengan calon mahasiswa yang lain. Jadi betul-betul mereka adalah kelas kerja sama mahasiswa dari Jepang. Sehingga nanti pembelajaran, tata kelola administrasi dan sebagainya juga terpisah,” terang Asep Effendi.

Untuk program studi (prodi), lanjut Asep Effendi, semua prodi akan disediakan. Minimal satu prodi bisa memenuhi satu kelas, minimal 20 mahasiswa.

“Sementara ini masih dua atau tiga prodi saja. Kita ingin optimalkan dulu yang bisa satu kelas untuk dua puluh orang,” ucapnya.

Dengan adanya kerja sama ini, dirinya berharap saling memberikan manfaat dan kemajuan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) Indonesia di dunia industri global.

“Sehingga harapan kita, alumni Sangga Buana bisa bekerja di Jepang. Dan orang-orang Indonesia dari Jepang pulang ke Indonesia untuk mendapatkan sertifikat atau ijazah dari Sangga Buana,” harapnya.

Ditambahkan Rektor Asep Effendi, saat ini untuk pembelajaran tatap muka di kampus USB YPKP Bandung hanya sebanyak 9 kelas. Hal ini berdasarkan survey yang dilakukan pihak kampus kepada mahasiswa.

“Dari sekian ratus kelas yang ada, itu hanya 9 kelas yang bersedia tatap muka. Maka kami melaksanakan yang 9 kelas dulu, yang lainnya nanti mengikuti,” ungkapnya.

Menurutnya, ternyata mahasiswa itu sudah memiliki suatu habit atau kebiasaan kuliah online itu enak, sehingga mereka tidak mau belajar ke kampus.

“Ini menjadi tantangan buat kami untuk ke depan, bahwa pembelajaran yang ada itu harus masuk di blended learning. Mungkin di semester genap akan kita masukkan,” jelasnya.

Sementara itu, diungkapkan CEO LPK Nakayoshi Gakuin Center, Dede Permana dengan adanya kerjasama ini bisa meningkatkan SDM Indonesia yang sedang bekerja di Jepang.

Karena menurutnya banyak minat dan ketertarikan bagi pekerja Indonesia yang ada di Jepang ingin melanjutkan pendidikan untuk jenjang karir.

“Karena kebutuhannya berbeda-beda, ada yang mereka ingin mengejar jenjang karir, dan siswa kami banyak yang pulang dari Jepang untuk kuliah lagi,” ungkapnya.

Diterangkan Dede Permana, LPK Nakayoshi Gakuin Center selain menyediakan pendidikan dan pelatihan bahasa Jepang juga menyalurkan pekerja sebagai SO (Send Organization). Sejauh ini tenaga yang dikirimkan ke industri Jepang sebagian besar lulusan tingkat SMA/SMK.

“67 persen lulusan SMA. Sisanya D3 dan S1. Bekerja di bidang manufaktur, tenaga perawat dan konstruksi,” ujarnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.