Beranda Pendidikan dan Inovasi SMAN 1 Majalengka Deklarasikan Anti Hoax

SMAN 1 Majalengka Deklarasikan Anti Hoax

67
0

Majalengka, Seklilasjabar – Ratusan siswa dan siswi SMA Negeri 1 Kabupaten Majalengka membacakan deklarasi anti hoax sebagai sikap bersama untuk menghantam hoax yang semakin masih beredar di masyarakat, terutama lewat media sosial.

Deklarasi dipimpin langsung oleh Bunda Literasi yang juga istri Gubernur Jawa Barat Atalia Kamil serta diikuti pula tamu undangan lain yang hadir. Hadir dalam acara tersebut Bupati Kabupaten Majalengka Karena Sobahi dan Kepala Dinas Kominfo Setiaji, Selasa (9/4/2019).

Usai deklarasi semua yang hadir kemudian bernyanyi bersama lagu karya Nidji berjudul Laskar Pelangi. Sebelumnya Atalia memberikan motivasi kepada anak-anak sekolah yang sudah hadir memenuhi lapangan sekolah.

“Anak-anak harus memiliki cita cita yang tinggi. Bekal harus cukup, dari orang tua, guru dan orang baik lainnya. Maksimalkan potensi diri,” ujarnya dengan penuh semangat.

Menang, menurut Atalia, tidak selalu Muda meraih cita-cita, tetapi langkah pertama harus dimulai untuk mencapai cita-cita itu. Ia bercerita betapa susahnya saat berjuang dengan suami saat meraih cita-cita hidup di Amerika.

“Indonesia itu tidak dikenal, apalagi ITB. Tapi dengan kemampuan dan kemauan terus, tanpa lelah, akhirnya bisa sukses sampai saat ini ,” tuturnya.

Ia meminta kepada siswa dan siswi untuk tida pernah berhenti belajar dan meningkatkan minat baca. Sebab dengan banyak baca akan menambah kepintaran sekaligus bisa menangkal berita hoaks.

”Saya juga meminta hati-hati kepada anak-anakku untuk menyebarkan berita, think first dulu sebelum share,” tegasnya.

Bunda literasi juga meminta agar anak-anak selalu waspada dan tidak mudah tergoda dengan pergaulan bebas dan narkoba.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karena Sobahi menambahkan motivasi kepada anak-anak muda sangat diperlukan apalagi bagi wilayah kabupaten.

“Kami sekarang memiliki penduduk yang muda lebih besar, motivasi diperlukan untuk mencapai Majalengka Raharja menuju Jabar Juara Lahir dan Batin,” tegasnya.

Senada, Kepala Dinas Kominfo Setiaji mengatakan Sarling menjadi sarana yang tepat untuk sosialisasi perkembangan pembangunan di Jawa Barat. Selain melalui media internet sosialisasi tatap muka juga diperlukan.

”Dalam sehari rata-rata kita melihat gawai sampai 5,6 jam. Harus bisa membatasi apa yang dilihat. Budaya melihat internet harus diperbaiki, jangan sebar hoaks,” tuturnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.