Beranda Politik dan Hukum Polisi Ungkap Kasus Tipu Gelap yang Mengatas Namakan Wakil Bupati Majalengka

Polisi Ungkap Kasus Tipu Gelap yang Mengatas Namakan Wakil Bupati Majalengka

35
0
Polisi Ungkap Kasus Tipu Gelap yang Mengatas Namakan Wakil Bupati Majalengka

Majalengka, sekilasjabar.co – Sat Reskrim Polres Majalengka Polda Jabar mengungkap Kasus Tindak Pidana Penipuan dan atau Penggelapan dengan menggunakan Handphone yang mengatas namakan Bapak Wakil Bupati Kabupaten Majalengka.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Ibrahim Tompo S.I.K., M.Si mengatakan bahwa penipuan dengan cara menelepon atau mengirim chat mengatasnamakan seseorang atau pejabat sudah sering terjadi. Untuk itu dihimbau kepada masyarakat apabila dihubungi oknum seperti ini agar diabaikan.

“Jangan serta merta memenuhi permintaan sesuatu apapun, apalagi sampai langsung melakukan transfer sebelum adanya kepastian kebenaran informasi,” ungkap Ibrahim Tompo.

“Kita mengetahui Kejadian ini, Pada tanggal 17 Agustus 2022 Pukul 16.00 Wib ada seorang pelaku berinisial HS (31) merupakan warga Kecamatan Tandes Kota Surabaya, yang merupakan Narapidana di Lapas Jatim,” kata Kapolres Majalengka Polda Jabar AKBP Edwin Affandi didampingi Kasat Reskrim AKP Febry H Samosir dan KBO Sat Reskrim IPTU Iwan Satari, Pada Senin (21/11/2022) disaat Konfrensi Pers di Lobi Mapolres Majalengka Polda Jabar.

Selain HS (31), kami juga mengungkap Pelaku lainnya yang Inisial PK (27) warga Kecamatan Sawahan Kota Surabaya yang merupakan Narapidana di Lapas Jatim dan SL (40) warga Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang juga merupakan Narapidana di Lapas Jatim.

“Dan yang ada disini Pelaku Inisial DP (22) warga Kecamatan Jambangan Kota Surabaya dan SN (29) warga Kecamatan Tegalsari Kota Surabaya,” terang AKBP Edwin Affandi.

“Pelaku HS melakukan perbuatan tersebut dengan modus menghubungi dengan Handphone ke salahsatu DKM Masjid yang ada di Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Kemudian DKM tersebut diberikan Informasi bahwa ada Dana untuk Perbaikan dan Renovasi Masjid dari Bapak Wakil Bupati Majalengka, Kemudian tersangka HS mengirimkan bukti transfer bohong sehingga korban percaya dan mengirimkan sejumlah uang kepada salah satu pelaku,” tambahnya.

Adapun pelaku HS (31) mengaku sebagai Wakil Bupati Majalengka dan Ustad Yahya selaku pengurus panti asuhan Al Ikhlas yang berada di Bekasi dan penerima uang transfer dari pelaku PK (27).

Tersangka DP (22) berperan sebagai Pemilik Rekening Bank BSI, penerima uang transfer dari korban (DKM) dan mengirimkan kembali uang ke akun Sakuku PK.

Untuk Tersangka PK (27) sebagai Penerima uang transfer dari DP dan Pemilik akun Sakuku serta mentransfer kembali uang tersebut kepada HS.

“Kemudian untuk Tersangka SL (40) dan SN (29) sebagai Yang mengedit atau membuat bukti transfer Brimob,” ungkapnya.

Dari rangkaian penyelidikan dan penyidikan setelah mendapatkan Laporan dari DKM kita mengamankan DP (22) dan dari hasil Penyelidikan lanjutan kita mengamankan pelaku yang lainnya.

“Para pelaku ini melakukan Perbuatan tersebut dari dalam Lapas di Jatim,” ucapnya.

Dengan adanya Kejadian ini Korban mengalami kerugian sebesar Rp 12 juta rupiah, Serta untuk Pelaku HS dijerat pasal 378 dan atau 372 KUHPidana, dihukum penjara selama-lamanya 4 (Empat) tahun.

“Sedangkan untuk Pelaku DP, PK, SL dan SN dijerat Pasal 55 KUHPidana Jo 56 KUHPidana Jo 378 KUHPidana dan atau 372 KUHPidana,” tutup AKBP Edwin Affandi. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.