Beranda Headline PERINGATAN KONFERENSI ASIA AFRIKA KE-60 AKAN BERLANGSUNG MERIAH

PERINGATAN KONFERENSI ASIA AFRIKA KE-60 AKAN BERLANGSUNG MERIAH

76
0

KAA

Bandung, sekilasjabar.com   Bandung sebagai ibukota profinsi Jawa Barat, mencatatkan sejarah sebagai kota penyelenggara Konferensi Asia Afrika (KAA) pada logo-resmi-peringatan-ke60-konferensi-asia-afrikatahun 1955. Dimana Bandung menjadi pusat pertemuan negara-negara di Asia dan Afrika, yang dikenal dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) dan menghasilkan Dasasila Bandung.

Dasasila Bandung, melahirkan pernyataan mengenai dukungan bagi perdamaian dan kerjasama dunia. Dasasila ini juga memasukan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru. Konferensi ini pun akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada  tahun 1961.

  Menjelang diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika (KAA) yang ke 60 pada bulan April 2015, Bandung mulai berbenah dan bersiap-siap untuk menggelar Konferensi Asia Afrika (KAA), dan bandung juga akan menggelar konferensi Smart City (kota cerdas) pada tanggal 22-23 April 2015 dimana peserta Konferensi Smart city diwakili oleh Walikota di tiap-tiap negera peserta konferensi asia afrika, gagasan ini dicetuskan oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil. Adapun pertemuan seluruh kepala negara yang akan dilangsungkan di Bandung  pada tanggal 24 April 2015 yang merupakan puncak acara sekaligus napak tilas mengenang Konfrensi Asia Afrika pertama kali digelar di Bandung pada tahun 1955.

Selain itu acara yang akan digelar yaitu Asia-Africa Business Summit dan Asia-Africa Festival. Acara pertama yang akan di persiapkan guna mendorong kerjasama ekonomi ini diikuti para pengusaha, kamar dagang, dan industri dari negara-negara di kawasan Asia-Afrika. Sementara pada kegiatan peringatan KAA ini akan dihadiri sebanyak 109 kepala negara dan 25 organisasi internasional. Tema yang akan diangkat dalam peringatan 60 tahun KTT Asia Afrika adalah perkuatan, stragthening, kerjasama selatan-selatan sekaligus juga ajang untuk mengkampanyekan global akan kontribusi terhadap upaya untuk mempromosikan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Konferensi Asia Afrika yang sangat bersejarah ini menginjak usia ke-60 pada tahun 2015. Peringatan konferensi yang sangat berpengaruh terhadap perdamaian dunia tersebut akan berlangsung 19-24 April di Bandung dan Jakarta. Rangkaian kegiatan yang direncanakan meliputi pertemuan internal antar wakil negara pada 19-23 April 2015 di Jakarta. Rencananya dimulai pertemuan tingkat pejabat tinggi, diteruskan dengan pertemuan tingkat menteri, dan dikahiri dengan pertemuan tingkat kepala negara/pemerintahannya. Sementara itu, puncak acara  peringatan  KAA akan berlokasi di Bandung,  tepatnya di Gedung  Merdeka Jl Asia frika  yang sekarang disebut sebagai  Gedung Asia Afrika. Gedung tersebut  adalah lokasi dimana Konferensi Asia Afrika dulu dilaksanakan di Bandung pada tahun 1955.

Selain itu, ada beberapa acara besar lainnya yang akan digelar di Bandung seperti Asia-Africa  Carnival dan Asia-Africa Business. Walikota Bandung Ridwan Kamil berencana akan memberlakukan hari libur pada tanggal 24 April 2015 sehingga warga Bandung dapat bergabung dan merasakan perayaan KAA tersebut. Ia juga mengatakan “ bahwa tidak kurang dari 15 acara tingkat nasional akan disusun menuju peringatan acara puncak di Bandung”. Selain itu, akan digelar konferensi HAM dan teknologi. Pihaknya juga akan mengundang CEO bisnis dunia.

Ridwan kamil menjelaskan, “ akan ada parade lebih dari 100 negara peserta yang tampil dengan kostum nasional disertai musik masing-masing negara dan mereka juga akan menampilkan budayanya sendiri”. Peringatan Konferensi Asia Afrika pada tahun ini diwarnai banyak musik dan beragam aksi kreatifitas lainnya yang akan sangat berkesan. Diantaranya ratusan batu bulat bertuliskan nama-nama negara peserta KAA di sekitaran Gedung Merdeka dan sepanjang  Jl. Asia Afrika menghiasi trotoar granit.

Menurut Walikota Bandung Ridwan Kamil sebanyak 109 bola batu sengaja dipasang guna menyambut acara berkelas internasional yang puncaknya berlangsung di Gedung Merdeka pada Jumat 24 April 2015. Jumlah bola batu tersebut disesuaikan dengan negara yang ikut KAA nantinya. Emil menjelaskan bola batu merupakan sumbangan dari beberapa pihak yang memanfaatkan dana CSR. Sedangkan jenis batu basalto dari Padalarang yang setiap bola batunya berdiameter 60 cm. Selain itu Walikota Bandung yang eksentrik ini akan memberikan cinderamata berupa sepasang cincin batu akik untuk 109 tamu Konferensi Asia Afrika yang jenisnya batu akik baturaja berwarna biru sesuai dengan warna kesebelasan klub sepak bola Kota Bandung yaitu PERSIB. Adapun desain ikat batu akik tersebut dibuatnya sendiri dengan tema tumpukan segitiga di sekelilingnya. Di kedua sisi ikat itu akan dibubuhi kata “Asia” dan “Afrika” ditambah tulisan “Bandung 2015” dibagian bawah ikat. Cindera mata tersebut akan dimasukkan ke dalam kopor kecil sebesar kotak kosmetik yang dibuat di Bandung. Selain memberi cincin batu akik, Emil akan memasukkan batik khas Bandung, wadah buku serta sepucuk surat dari Walikota Bandung.

 Lautan Angklung Akan Pecahkan Rekor Dunia di KAA

Kota Bandung memegang peranan penting dalam percaturan politik dunia dimana pada bulan april 1955 konfrensi Asia Afrika diselenggarakan dibandung, setelah, Konferensi tersebut diakui dunia. Pada masa itu para pemimpin negara dari benua Asia dan Afrika berkumpul di Bandung membahas nasibnya dalam percaturan dunia yang pada waktu itu sudah terbelah ke dalam dua Blok yaitu Blok Amerika (Barat) dan Blok Uni Soviet (Timur) yang dimana pada akhirnya negara peserta KAA bersepakat untuk tidak memihak dari salah satu Blok tersebut atau yang kini dikenal dengan istilah Negara Non-blok.

Melalui Konferensi inilah kemudian menumbuhkan kesadaran untuk mempererat hubungan serta kemitraan di antara negara-negara Asia dan Afrika. Sejarah mencatat KAA 1955 di Bandung menjadi salah satu pencetus terbebasnya belenggu negara-negara Asia dan Afrika dari penjajahan. Setelah 60 tahun kemudian, tepatnya April 2015 ini pemimpin-pemimpin dunia tersebut akan kembali lagi ke Bandung untuk memperingati KAA yang ke-60. Peringatan tersebut kembali mempertegas bahwa Kota Bandung bukan saja dimiliki oleh orang pribumi tetapi dunia, khususnya Asia dan Afrika menganggap Kota Bandung sebagai rumah bersejarah bagi perkembangan negara-negara peserta KAA kala itu. Berbagai prosesi penyambutan 109 kepala negara yang akan menghadiri acara tersebut kini tengah dipersiapkan.

Kota Bandung sebagai tuan rumah peringatan KAA,.dimana salah satu SKPD Pemkot Bandung yang paling sibuk untuk menyiapkan segala keperluan gelaran acara tersebut adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, H. Herlan J. Soemardi, mengatakan “untuk menyambut peringatan KAA tahun ini pihaknya akan menyajikan banyak pertunjukkan, salah satunya adalah pertunjukkan angklung. Angklung merupakan alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Barat dengan berbahan dasar bambu dan dibunyikan dengan cara digoyangkan sehingga menghasilkan suara dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran.

Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki berbagai ragam kebudayaan dan keragaman kesenian, kita wajib menjaga dan melestarikan budaya angklung sebagai warisan bangsa yang sudah mendapatkan pengakuan dunia internasional karena ini warisan budaya asli Indonesia. Herlan juga menambahkan, dalam peringatan KAA ke-60 ini Bandung bakal kembali menorehkan sejarah dengan mencatatkan rekor dunia melalui pertunjukkan Angklung Harmony for The World yang akan dimainkan oleh sekitar 20 ribu orang. Dalam event yang merupakan rangkaian Asia African Carnival (AAC) yang diprakasai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung itu, ribuan pemain yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil, karyawan swasta, tentara, polisi, buruh, budayawan, seniman serta delegasi dan perwakilan setiap negara, akan bersama-sama membawakan dua lagu “Manuk Dadali” dan “Halo-Halo Bandung”.

Pertunjukkan angklung tersebut akan berlangsung di Stadion Siliwangi Jl Lombok  pada tanggal 25 april 2015, bertajuk “Alunkan Angklungmu di Guiness World of Record Bandung Lautan Angklung, dengan tujuan membangun semangat kebersamaan menyambut KAA 2015 dan menciptakan sebuah momen bersejarah yang dapat memberikan dampak besar bagi warga dunia. Selain pertunjukkan angklung, AAC yang digelar di Kota Bandung pada 21-27 April 2015 mendatang akan menampilkan kegiatan Solidarity Day (Tribute Soekarno & Mandela), Culture Break, Festival Of Nations, Photo Exhibition Of ACC, dan Asian African Parade.(Adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.