Beranda Bandung Raya Pastikan Uang Kerahiman diterima, Achmad Nugraha Tinjau Warga Maleer Terdampak Program Citarum...

Pastikan Uang Kerahiman diterima, Achmad Nugraha Tinjau Warga Maleer Terdampak Program Citarum Harum

82
0
Pastikan Uang Kerahiman diterima, Achmad Nugraha Tinjau Warga Maleer Terdampak Program Citarum Harum
Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., meninjau warga terdampak Program Citarum Harum, di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (5/9/2023). Nicko/Humpro DPRD Kota Bandung.

Bandung, sekilasjabar.co –  Wakil Ketua II DPRD Kota Bandung H. Achmad Nugraha, D.H., S.H., meninjau warga terdampak Program Citarum Harum, di Kelurahan Maleer, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Selasa (5/9/2023).

Achmad Nugraha ingin memastikan semua warga yang terdampak Citarum Harum di sepanjang Sungai Cikapundung Kolot sudah menerima uang kerahiman yang di implementasi dari bantuan pemerintah kota Bandung bagi masyarakat yang terdampak Program Citarum Harum.

Ada beberapa warga yang ikut berkumpul di Kantor Kelurahan Maleer menyampaikan aspirasinya yang mengaku tidak mendapat uang kerahiman dan masih ada rumah yang masih bertahan.

Sebagian besar warga mengucapkan terima kasih kepada DPRD kota Bandung atas perannya karena telah menerima uang kerahiman Rp1,8 juta sampai Rp7,2 juta.

Plh Lurah Maleer Irna meminta arahan dalam menghadapi warga yang sudah memdapat uang kerahiman namun rumah yang sudah dirobohkan kembali dibangun sedikit demi sedikit.

Menurut Achmad Nugraha, warga yang belum mendapat uang sewa rumah akan ditanyakan ke Pemerintah Kota Bandung untuk adanya pendataan ulang. Program Citarum Harum untuk sementara dihentikan.

Namun sudah pasti akan dilanjutkan dan dipastikan banyak rumah yang akan tergusur. Maka warga yang tidak memiliki sertifikat tanah diimbau untuk tidak membangun bangunan di atas tanah pemerintah dikarenakan suatu saat pemerintah akan melaksanakan pembangunan.

Achmad Nugraha meminta kepada pemerintah pusat dan provinsi agar memperhatikan nasib warga yang tergusur.

“Walau mereka salah karena tinggal di lahan pemerintah tapi tetap harus dipikirkan nasibnya,” ujarnya Achmad.

Sepanjang bantaran sungai ini telah dilengkapi taman, sarana olahraga dan tempat duduk. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here