Beranda Olahraga Soal Bursa Ketum KONI Jabar, Epriyanto: Insya Allah Saya Memenuhi Syarat

Soal Bursa Ketum KONI Jabar, Epriyanto: Insya Allah Saya Memenuhi Syarat

147
0
Ketua DPD PERBASI Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri. (Arf)
Ketua DPD PERBASI Jawa Barat, Epriyanto Kasmuri. (Arf)

Bandung, sekilasjabar.co – Persyaratan bakal calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat telah ditetapkan melalui Rapat Kerja (Raker) KONI Jawa Barat yang digelar di Gedung Paguyuban Pasundan, Jalan Sumatera, Kota Bandung, pada 30 Agustus 2026.

Dalam rapat yang berlangsung lancar dan diikuti para perwakilan cabang olahraga (cabor), KONI kabupaten/kota, serta badan fungsional yang memiliki hak suara ini salah satu agenda penting yang diputuskan dalam forum tersebut adalah penetapan persyaratan bakal calon Ketua Umum KONI Jawa Barat.

Selain persyaratan umum dan khusus, bakal calon diwajibkan mengantongi dukungan sedikitnya 25 persen pemilik suara, atau kurang lebih 25 suara, yang berasal dari unsur cabor, KONI kabupaten/kota, maupun badan fungsional.

Nama Epriyanto Kasmuri muncul dalam bursa calon Ketum KONI Jabar. Ketika ditanya mengenai persyaratan yang telah ditetapkan dalam Raker tersebut, Epriyanto merasa optimis dapat memenuhi seluruh ketentuan yang dipersyaratkan.

“Dari syarat yang ditentukan KONI pada Raker kemarin, insyaAllah saya memenuhi syarat,” kata Epriyanto.

Selain persyaratan administrasi, Epriyanto mengaku telah membangun komunikasi dengan sejumlah pemilik suara. Menurutnya, terdapat sekitar 25 pemilik suara yang siap memberikan dukungan secara tertulis, sebagai salah satu syarat penting untuk maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum KONI Jawa Barat.

“Untuk dukungan minimal 25 suara, insyaAllah ada sekitar 25 pemilik suara yang siap memberikan dukungan tertulis,” ungkapnya.

Jika dukungan tersebut benar-benar terealisasi dalam bentuk dukungan tertulis, maka posisi Epriyanto dalam peta persaingan calon Ketua KONI Jabar patut diperhitungkan.

Dinamika bursa calon Ketua KONI Jabar juga semakin menarik setelah muncul pernyataan dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar mengenai adanya nama bakal calon yang disebut telah berada di “kantong” Gubernur Jabar.

Meski demikian, hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa nama yang dimaksud.

Terkait isu tersebut, Epriyanto memilih tidak berspekulasi dan menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak yang sebelumnya menyampaikan pernyataan.

“Untuk nama yang ada di kantong Gubernur, silakan tanya kepada yang memberikan pernyataan. Saya kurang tahu akan hal itu,” ungkap Epriyanto.

Epriyanto tidak ingin terjebak dalam spekulasi politik menjelang proses pemilihan. Baginya, proses pencalonan tetap harus dikembalikan pada mekanisme organisasi dan persyaratan yang telah ditetapkan KONI Jabar.

Sementara itu, di tengah mulai menghangatnya bursa Ketua KONI Jabar, Epriyanto menegaskan jika persoalan yang lebih besar adalah bagaimana memastikan pembinaan dan prestasi olahraga Jawa Barat tetap berjalan.

Epriyanto menilai Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jabar menjadi salah satu momentum penting untuk mengukur sekaligus menjaring atlet-atlet potensial yang nantinya dapat diproyeksikan memperkuat Jawa Barat pada ajang nasional.

Apalagi, Jawa barat memiliki catatan positif dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan 3 kali berturut-turut sebagai juara umum.

“Porprov harus terselenggara dengan baik. Ini menjadi momentum untuk menentukan atlet-atlet berkualitas yang nantinya bisa diproyeksikan untuk Jawa Barat, tentunya tidak hanya bagi cabor yang saya bidangi yaitu Bola Basket, melainkan seluruh cabor yang dilombakan,” kata Epriyanto.

Menurutnya keberhasilan mempertahankan dominasi Jawa Barat di pentas olahraga nasional tidak cukup hanya dengan mengandalkan atlet yang sudah berprestasi. Regenerasi dan pencarian talenta baru harus dilakukan secara sistematis sejak level daerah.

Dengan demikian, Porprov bukan sekadar kompetisi antardaerah. Ajang tersebut merupakan bagian penting dari rantai pembinaan prestasi olahraga Jawa Barat menuju PON 2028.

Menurut Epriyanto, siapa pun yang nantinya memimpin KONI Jawa Barat harus mampu memastikan organisasi tidak berhenti pada persoalan kontestasi, tetapi benar-benar menghasilkan kebijakan yang berdampak pada prestasi atlet.

Selain itu, meski bursa calon ketua boleh menghangat namun target Jawa Barat mempertahankan supremasi olahraga nasional tidak boleh ikut terganggu. (arf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here