Beranda Olahraga Peparda 2026 di Depan Mata, NPCI Bandung Hadapi Keterbatasan Anggaran

Peparda 2026 di Depan Mata, NPCI Bandung Hadapi Keterbatasan Anggaran

299
0
NPCI Kota Bandung beberkan persiapan Peparda 2026.
NPCI Kota Bandung beberkan persiapan Peparda 2026.

Bandung, sekilasJabar.co – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung siap menyukseskan penyelenggaraan Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat 2026 sekaligus menargetkan juara umum.

Peparda VII Jawa Barat 2026 dijadwalkan akan digelar di Kota Bandung pada 22-28 November 2026. Namun, persiapan kontingen Kota Bandung menghadapi kendala anggaran.

Ketua NPCI Kota Bandung, Yadi Sofyan, mengungkapkan untuk persiapan Peparda 2026 anggaran yang diajukan sebesar Rp10 miliar, namun hanya mendapat alokasi Rp2,5 miliar.

“Yang diajukan Rp10 miliar. Dan itu juga udah diajukan oleh Dispora itu segitu. Saya juga udah komunikasi, audiensi dengan Dewan juga diajukan Rp10 miliar,” katanya, Kamis (27/8/2026).

“Tapi ending-nya, hari Senin kemarin kami dapat kabar bahwa anggaran yang kita dapat untuk kontingen itu cuma Rp2,5 (miliar). Nah, akan diberikan nanti mungkin segera ya di ABT,” ungkapnya.

Untuk kebutuhan penyelenggaraan sebagai tuan rumah, NPCI Kota Bandung menurutnya mengajukan anggaran sebesar Rp14 miliar. Akan tetapi, yang disetujui hanya Rp5 miliar.

“Untuk tuan rumah kita pengajuan itu di Rp14 (miliar), tapi di-acc atau akan diberikan Rp5 miliar. Ya, harapan kami tentunya bisa bertambah, walaupun sulit. Tentunya harapan kami ini bisa bertambah untuk mencukupi secara maksimal kebutuhan kita,” harapnya.

Kondisi anggaran tersebut menurutnya, cukup memengaruhi persiapan kontingen. NPCI Kota Bandung sendiri telah melakukan persiapan sejak awal tahun, mulai dari perekrutan, seleksi atlet hingga pemusatan latihan.

Secara keseluruhan, jumlah personel yang dipersiapkan mencapai lebih dari 500 orang, yang terdiri dari sekitar 300 atlet kemudian sisanya pelatih, serta official, manajer dan panitia kontingen.

Meski dihadapkan dengan keterbatasan anggaran, Yadi memastikan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat atlet. Dalam beberapa kesempatan ia mendatangi para atlet untuk melihat langsung proses latihan dan motivasi mereka.

“Yang pasti, dalam kondisi apa pun, kita tetap siap jadi juara umum,” tegasnya.

Yadi memastikan NPCI Kota Bandung telah mengirimkan surat audiensi kepada Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dengan harapan saat bertemu dapat menyampaikan kondisi kontingen sekaligus kebutuhan yang masih harus dipenuhi.

Dalam kesempatan ini, Sekretaris Umum NPCI Kota Bandung, Djumono, menegaskan persiapan NPCI Kota Bandung untuk merebut kembali gelar juara umum terus berjalan.

Pada Peparda VII 2026, kontingen Kota Bandung akan mengikuti seluruh 17 cabang olahraga yang dipertandingkan dan berbagai persiapan telah dilakukan. Namun, efisiensi anggaran turut memberikan dampak terhadap persiapan kontingen.

“Sehingga harapan kita tentunya ada nilai yang lebih dari Pemerintah Kota Bandung untuk atlet-atlet NPCI Kota Bandung, kontingen NPCI Kota Bandung lebih siap lagi menjadi juara umum,” katanya.

Djumono berharap, NPCI Kota Bandung bisa audiensi Wali Kota Bandung, lantaran setelah Kota Bandung ditetapkan sebagai tuan rumah Peparda VII 2026 pihaknya belum bertemu dengan Farhan.

Atlet Tetap Semangat di Tengah Keterbatasan

Sementara itu, Binpres NPCI Kota Bandung Taufik Hidayat mengatakan seluruh program persiapan telah berjalan. Menurutnya, dukungan Pemerintah Kota Bandung dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sangat diperlukan agar seluruh program persiapan dapat berjalan maksimal.

“Kami di sini mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kota Bandung, baik itu Pemkot maupun Dispora. Karena untuk menjalankan program, itu segala sesuatunya harus didukung dengan dukungan dari pemerintah itu sendiri,” ucap Taufik.

Pihaknya memastikan para atlet Kota Bandung tetap memiliki motivasi tinggi untuk memberikan menampilkan yang terbaik dan meraih hasil maksimal pada Peparda 2026.

Hal serupa disampaikan pelatih Blind Judo NPCI Kota Bandung, Wirya. Menurutnya, motivasi atlet tetap tinggi meski masih terdapat keterbatasan sarana, prasarana dan dukungan pembinaan.

Wirya berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih maksimal, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana serta kebutuhan pembinaan atlet.

“Di mana kami tentunya butuh sekali dukungan dari berbagai aspek, dari segi sarana, prasarana, pembinaan, agar tidak mengurangi sedikit pun semangat dari kami para pelatih dan para atlet di dalam berprestasi,” ujarnya.

Pada kesempatan ini Atlet Blind Judo NPCI Kota Bandung, Nurul Fadlilah, juga mengungkapkan masih ada sejumlah kebutuhan atlet yang belum diterima sejak pemusatan latihan dimulai.

“Benar seperti pelatih saya, Bapak Wirya, kita selalu semangat. Tapi di dalam latihan itu seperti hal lain seperti kayak insentif, gaji, suplemen, itu belum kita dapatkan dari awal kita pemusatan latihan di awal Juni itu,” ujar Nurul.

Nurul berharap pemerintah segera memberikan dukungan sekaligus memenuhi hak para atlet yang tengah menjalani persiapan menuju Peparda VII 2026.

Dukungan Pemerintah Dinilai Harus Nyata

Sementara itu, Aktivis Olahraga, Suhendar menilai dukungan pemerintah terhadap atlet disabilitas tidak cukup hanya melalui motivasi moral, namun harus dibarengi dengan anggaran. Lantaran sangat dibutuhkan agar para atlet tetap fokus tanpa terbebani persoalan kebutuhan sehari-hari.

“Sehingga dukungan dari pemerintah yang riil dalam bentuk finansial itu benar-benar diharapkan oleh teman-teman atlet,” katanya.

Pihaknya juga berharap NPCI Kota Bandung dapat segera melakukan mediasi dengan Pemerintah Kota Bandung, dengan demikian diharapkan berbagai kebutuhan atlet dapat disampaikan secara langsung.

Suhendar menambahkan, Kota Bandung sebagai tuan rumah sekaligus salah satu barometer olahraga di Jawa Barat harus mampu memastikan Peparda VII 2026 berjalan sukses. (rhm)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here