Cirebon, sekilasjabar.co – Sebuah video yang diduga menampilkan aktivitas pesta komunitas LGBT di salah satu tempat hiburan malam di Cirebon viral di media sosial dan memicu keresahan masyarakat.
Menindaklanjuti hal tersebut, Polres Cirebon Kota bergerak cepat dengan mengamankan dua orang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar membenarkan adanya penanganan terhadap video viral tersebut.
Ia menyebutkan, video yang beredar diduga memuat tindakan yang melanggar norma kesusilaan dan terjadi di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.
“Memang benar ada video viral yang menunjukkan dugaan pelanggaran kesusilaan oleh dua orang sesama jenis di wilayah hukum kami. Saat ini, kedua orang tersebut sudah kami amankan untuk didalami dan dilakukan pemeriksaan,” kata AKBP Eko Iskandar, Kamis (22/1/2026) malam.
Dua orang yang diamankan masing-masing berinisial I (25) dan Y (26).
Menurut Eko, langkah cepat tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab kepolisian dalam memberikan kepastian hukum serta merespons keresahan masyarakat.
“Respons masyarakat sangat besar karena dinilai meresahkan, khususnya bagi warga Cirebon. Kami berkewajiban menjamin kepastian hukum dan memastikan hal ini tidak berkembang menjadi sesuatu yang berdampak buruk di tengah masyarakat,” tegasnya.
AKBP Eko menambahkan, hingga kini proses pemeriksaan masih terus berlangsung. Polisi akan mendalami peran masing-masing pihak, termasuk konteks kejadian serta dugaan pelanggaran yang dilakukan.
“Masih kami dalami dan lakukan pemeriksaan. Nanti perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya video yang diduga menampilkan aktivitas pesta LGBT di sebuah tempat hiburan malam di wilayah Cirebon.
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria berjoget mengikuti alunan musik dengan penampilan yang dinilai tidak pantas untuk ruang publik.
Selain itu, dua pria tampak menari bersama di atas panggung, sementara beberapa lainnya terlihat mengenakan pakaian dalam wanita.
Tak hanya video, materi promosi acara yang diduga berkaitan dengan kegiatan tersebut juga beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dalam materi promosi itu, tampak dua pria hanya mengenakan pakaian dalam wanita, sehingga memicu sorotan, kritik, serta kecaman dari warganet dan sejumlah tokoh masyarakat. (Wandi)




