Beranda Bandung Raya 7 Orang Bakal Calon Memutuskan Mengundurkan Diri Dari Pemilihan Rektorat UNAI Bandung

7 Orang Bakal Calon Memutuskan Mengundurkan Diri Dari Pemilihan Rektorat UNAI Bandung

859
0
7 Orang Bakal Calon Memutuskan Mengundurkan Diri Dari Pemilihan Rektorat UNAI Bandung

Kabupaten Bandung Barat, sekilasjabar.co – Proses pemilihan rektorat Universitas Advent Indonesia (UNAI) Bandung yang sudah berlangsung pada Maret 2022 lalu, dinilai Cacat Hukum. Pasalnya, dalam pemilihan tersebut diduga tidak berdasarkan ketentuan yang ada.

Menurut sumber di lingkungan UNAI Bandung (yang tidak mau disebutkan namanya) menerangkan bahwa pada Selasa 29 maret 2022 telah diadakan proses pemilihan Rektorat Universitas Adven Indonesia ( UNAI ) Bandung yang di mulai dengan penjaringan nama bakal rektorat.

“Pada saat pembukaan proses pemilihan ini salah seorang dosen menanyakan kenapa tidak menggunakan statuta dan tidak melibatkan Senat Universitas seperti yang terdapat di statuta UNAI. Dosen yang bertanya tersebut membacakan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia, serta  Anggaran Rumah Tangga Yayasan UNAI dan Statuta UNAI yang masih berlaku,”ungkapnya, Senin (30/5/2022).

Sumber menerangkan bahwa setelah mendapat pertanyaan tersebut, Ketua Pemilihan Rektorat UNAI Yusran Tarihoran kebingungan menjawabnya, maka majulah Ketua pengurus Yayasan UNAI Binsar Sagala dan menjawab, menggunakan atau tidak menggunakan statuta yang masih berlaku boleh ya dan boleh tidak, dan Senat tidak perlu karena tugasnya bukan untuk pemilihan.

“Mendapatkan jawaban tersebut dosen yang bertanya itu mengingatkan kembali agar sesuai dengan peraturan agar hasilnya tidak

menjadi masalah,” terang dia.

Lanjut kata sumber bahwa Ketua pemilihan rektorat UNAI tetap menjalankan proses pemilihan.

Dia menyebutkan, dari delapan orang bakal calon, ditahap penjaringan tujuh orang bakal calon memutuskan mengundurkan diri, karena diduga sudah ada ploting siapa yang bakal memenangkan calon rektorat tersebut.

“Pada tanggal 22 Mei  2022 humas UNAI mengirimkan WA kepada seluruh staff dan dosen UNAI nama- nama rektorat terpilih,” ujarnya.

Namun, Kepada pdt.Sugih Sitorus Ketua Pembina Yayasan UNAI dan yang juga menjabat sebagai Ketua Gereja Masehin Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Barat dan pdt.Binsar Sagala Ketua Pengurus Yayasan UNAI yang juga menjabat sebagai sekretaris Jenderal Gereja Masehin Advent Hari Ketujuh Uni Indonesia Barat untuk membatalkan dan mengulang kembali pemilihan rektorat UNAI.

Karena proses pemilihan rektorat Universitas Advent Indonesia (UNAI) Bandung tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.67 Tahun 2008 Tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Dosen Sebagai Pimpinan Perguruan Tinggi dan Pimpinan Fakultas seuai bunyi pasal 5 Permendiknas tersebut.

Tak hanya itu, pemilihan juga tidak sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Yayasan Universitas Advent Indonesia yang masih berlaku yakni Tentang Pengangkatan Pemberhentian Rektorat seperti termuat di Bab XI Pasal 21.

“Pemilihan juga tidak sesuai Pasal 30 poin 1.dengan Statua Universitas Advent Indonesia yang masih berlaku . Bahkan proses Pemilihan diduga  telah diatur oleh Pengurus Yayasan UNAI agar orang-orang tertentulah yang akan mereka pilih dan tetapkan menjadi Rektorat UNAI, “ paparnya.

Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan Whatsapp Rektor UNAI BD Nainggolan hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapannya.

Sementara saat didatangi ke lingkungan kampus, Kepala Keamanan UNAI Ramos mengatakan bahwa rektor UNAI tidak bisa ditemui karena sedang berada di Siantar, dan staff lainnya sedang rapat persiapan wisuda.

“Hari ini ada rapat persiapan wisuda, sedangkan pak Rektor tidak ada ditempat karena sedang di Siantar,” jelas Ramos. (Dedi Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.