pasar bersihBandung, Sekilasjabar – Masyarakat tetap memiliki kewajiban menjaga kebersihan di sekitar tempat tinggal dan usahanya, meskipun Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus menambah jumlah petugas kebersihan.

“Semua harus bersama-sama menjaga kebersihan. Bukan hanya PD Pasar dan PD Kebersihan, tetapi para pedagang juga harus menjaga kebersihan. Tetapi nyatanya, pedagang sendirilah yang membuang sampah di saluran air depan kiosnya, sehingga jalur air mampet karena numpuknya sampah bekas dagangannya. Inilah yang sering membuat banjir. Itu tidak terjadi jika semua pihak sadar pentingnya kebersihan,” tutur Penjabat Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin saat mengunjungi pasar Gedebage, Jumat (2/3/2018).

Solihin menegaskan, salah satu kunci agar pasar tetap diminati konsumen adalah soal kebersihan. Semakin bersih sebuah pasar, maka akan semakin nyaman bagi para pengunjung. ujungnya, konsumen akan semakin ramai mendatangi pasar teraebut

“Untuk menarik banyak pelanggan kondisi pasar arus bersih dan nyaman. Kalau kotor, pembeli juga akan malas untuk kembali,” ujar Solihin.

Solihin kembali menegaskan, soal kebersihan dan sampah, Pemkot Bandung tidak akan mungkin bisa menyelesaikannya sendiri tanpa partisipasi aktif seluruh stakeholder.

“Pemkot Bandung sudah menggerakkan anggotanya dari tim Gober dan relawan untuk membersihkan pasar Gedebage. Tetapi, semua itu tidak bisa kami bereskan sendiri, harus ada kerjasama dari pedagang. Pedagang harus taat dan berkomitmen untuk selalu menjaga kebersihan pasar. Karena, yang menentukan sebagian besar itu ya pedagangnya sendiri yang sehari mencari nafkah di sini,” katanya.

Oleh karenanya, Pemkot Bandung akan terus mengedukasi pedagang termasuk pembeli untuk bersama-sama menjaga lingkungan pasar.

“Kami melalui Camat dan lurah akan selalu memberikan pengertian kepada pedagang untuk selalu menjaga tempatnya mencari nafkah. Tidak hanya itu, termasuk para pembeli juga. Kebiasaan mereka yang malah untuk turun dari motor membuat pedagang enggan berjualan di kios dan memilih untuk berjualan di jalan sehingga menimbulkan masalah kemacetan,” katanya.

“Harapan saya, dengan rutinnya kita mengedukasi akan mengubah mindset masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Khususnya di pasar-pasar tradisional,” ujarnya. (red)